Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Dukung Kedaulatan Kesehatan Masyarakat, Jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Gandeng BPJS Kesehatan

16 Oktober 2026, 15:48 WIB • 2 menit baca
Jajaran pimpinan PP Muhammadiyah, Majelis Diktilitbang, dan Direksi BPJS Kesehatan berdiri berjejer menunjukkan berkas dokumen kerja sama yang telah ditandatangani.
Momen penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan BPJS Kesehatan di Yogyakarta, Kamis (15/10/2026). Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan Caturdarma PTMA dalam mendukung literasi JKN, riset kesehatan terapan, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat luas.

YOGYAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org – Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terus memperluas kontribusi akademisnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan krusial bangsa. Kali ini, jaringan kampus Muhammadiyah secara resmi memperkuat jangkauan layanan kesehatan masyarakat melalui kemitraan strategis bersama BPJS Kesehatan.

Melansir dari laman resmi Muhammadiyah.or.id, prosesi penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Kantor Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Yogyakarta, pada Kamis (15/10/2026). Acara berbobot ini dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes.

Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak sepakat mengoptimalkan implementasi Caturdarma Perguruan Tinggi. Ruang lingkup sinergi melingkupi penguatan edukasi publik, riset kesehatan terapan, pengabdian masyarakat, pengembangan kurikulum, hingga dakwah sosial kemasyarakatan.

Dokter Spesialis Neurologi tersebut menegaskan harapan besarnya agar kolaborasi ini mampu memperkuat fungsi kampus. Kehadiran akademisi PTMA wajib memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat luas.

Mengorientasikan Riset Akademik untuk Solusi Kesehatan Publik

Selanjutnya, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Lincolin Arsyad atau Prof. Bambang Setiaji, menjelaskan bahwa Caturdarma Perguruan Tinggi serta nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menjadi fondasi utama gerakan ini. Landasan moral tersebut mendorong ilmuwan kampus untuk hadir memberi solusi nyata.

Pihaknya menilai bahwa inovasi dan hasil penelitian dari ribuan dosen PTMA harus berorientasi pada pemecahan masalah kesehatan harian warga. Dengan demikian, karya akademis tidak berhenti di pustaka kampus belaka.

“Kerja sama ini menjadi momentum penting agar riset serta pengabdian masyarakat dari para akademisi PTMA dapat berorientasi pada pemecahan masalah kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan Program JKN,” ujar Bambang Setiaji saat memberikan keterangan resmi.

Memperluas Literasi JKN Lewat Ekosistem Perguruan Tinggi

Di sisi lain, jajaran direksi BPJS Kesehatan menyambut optimistis keterlibatan aktif dari dunia pendidikan tinggi. Pihaknya menilai jaringan PTMA memiliki basis massa dan infrastruktur akademis yang sangat kuat di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, menyatakan bahwa potensi akademisi sangat efektif untuk memperluas literasi dan partisipasi jaminan kesehatan. Mahasiswa dan dosen dapat menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya proteksi kesehatan.

“Lingkungan perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk memperluas edukasi mengenai JKN melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Vetty menekankan pentingnya sinergi.

Melalui langkah elegan ini, kolaborasi antara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan BPJS Kesehatan siap mendorong kesadaran kolektif warga. Pada akhirnya, integrasi riset dan layanan publik ini menjadi pilar utama dalam mewujudkan ketahanan kesehatan nasional yang merata.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: