Raih Doktor di UNNES, Alumni PWPM Jawa Tengah Muhammad Sabbardi Persembahkan Inovasi Buku Ajar Digital di Depan Mendikdasmen
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Menghadirkan terobosan pencegahan kekerasan di kampus, Alumni pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Tengah, Muhammad Sabbardi, sukses meraih gelar doktor di UNNES di hadapan Mendikdasmen.
Sidang promosi doktor tersebut berlangsung di Gedung Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Jumat, 23 Oktober 2026. Suasana ruang sidang mendadak hening ketika Sabbardi memaparkan riset yang menyoroti persoalan paling mendesak di dunia pendidikan tinggi.
Akar Keresahan dan Semangat Pencerahan
Kekerasan, perundungan, dan pelecehan seksual di lingkungan kampus kerap menjadi luka tersembunyi yang sulit dijangkau regulasi formal. Selama bertahun-tahun, penanganan kasus serupa hanya berhenti pada seminar kaku atau aturan administratif semata. Berbekal semangat pencerahan kader persyarikatan, Sabbardi merancang solusi aplikatif yang menyatu dengan aktivitas belajar harian.
Ia mengembangkan BukuAjar.ID, sebuah aplikasi pembelajaran digital yang merajut kompetensi bahasa Indonesia dengan wawasan pencegahan kekerasan. “Bahasa adalah jalan menuju pengetahuan, kompetensi adalah hasil pembelajaran, dan kemanusiaan adalah tujuan pendidikan,” ujar Sabbardi saat memaparkan disertasinya. Melalui modul tersebut, ruang kuliah bahasa berubah fungsi menjadi ruang aman untuk merawat empati.
Kolaborasi Teknologi dan Legitimasi Tokoh Nasional
Aplikasi inovatif ini dibangun menggunakan kerangka teknologi Flutter agar mudah diakses lintas perangkat secara fleksibel. Di dalamnya, mahasiswa diajak membedah studi kasus nyata serta menganalisis wacana diskriminatif secara kritis. Uji coba pada 191 mahasiswa di enam perguruan tinggi membuktikan adanya peningkatan hasil belajar sekaligus penguatan kesadaran moral.
Momentum ujian terbuka itu kian istimewa berkat kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., sebagai penguji eksternal. Keterlibatan tokoh nasional berlatar belakang Muhammadiyah tersebut memberikan legitimasi kuat terhadap urgensi inovasi pendidikan yang berpihak pada keselamatan psikologis mahasiswa.
Melalui karya ini, babak baru penanggulangan kekerasan di kampus resmi terbuka. Sabbardi membuktikan bahwa ikhtiar merawat kemanusiaan selalu bisa dimulai dari lembar-lembar kalimat di ruang kelas.