Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Menanti Gebrakan Prestasi Tapak Suci Semarang di Kejuaraan Pencak Silat Antar-Padepokan Jawa Tengah

3 November 2026, 19:53 WIB • 2 menit baca
Atlet dan pelatih Tapak Suci Kota Semarang berpose bersama persiapan kejuaraan pencak silat
Para atlet pelajar dan pelatih Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Semarang melakukan sesi foto bersama sebelum berlaga dalam kejuaraan pencak silat.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Puluhan atlet pelajar berbaris rapi membawa nama besar Tapak Suci Kota Semarang untuk menatap gelanggang kompetisi tingkat regional. Sebagai persiapan awal, mereka siap menguji kemampuan fisik dan mental.

Ajang bergengsi bertajuk Kejuaraan Pencak Silat Antar Padepokan tersebut berlangsung pada Jumat hingga Sabtu, 21-22 November 2026. Tentu saja, penyelenggaraan ini menjadi momentum penting pembinaan atlet muda.
Seluruh rangkaian pertandingan bertempat di Auditorium PU, Jalan Soekarno Hatta. Di lokasi tersebut, para pendekar siap mencatatkan sejarah gemilang.

Proses Seleksi Ketat Tapak Suci Kota Semarang

Perjalanan menuju arena laga tidak lahir dalam waktu singkat. Melalui tahapan panjang, organisasi telah menyaring potensi terbaik dari puluhan wilayah binaan secara ketat.

H. Mustam Effendi, S.Pd., membeberkan hasil seleksi panjang yang melibatkan banyak cabang. Ia mengungkapkan, “Kemarin dari seleksi kurang lebih ada 36 cabang, sudah kita temukan kurang lebih ada 28 pesilat yang kemungkinan akan kita bawa ke kejuaraan walikota, yang insyaallah nanti tindak lanjutnya ke POPDA Kota Semarang,” jelasnya saat sesi wawancara oleh tim muhammadiyahsemarangkota.org pada Selasa (03/10/26)

Para atlet terpilih itu bersiap turun di 24 kelas pertandingan. Secara rinci, kategori pertandingannya mencakup tingkat Pra Remaja hingga Remaja.

Menyatukan Langkah Lewat Dakwah Kultural

Di balik ketatnya persaingan medali, perguruan menanamkan misi mulia yang berakar pada nilai-nilai keislaman. Lebih dari itu, olahraga bela diri diposisikan sebagai pilar strategis dakwah kultural.

Ia menjelaskan filosofi perjuangan lembaganya secara mendalam. Ia bertutur, “Kalau dakwah hanya satu, kita mencoba dakwah lewat pencak silat atau budaya yang ada di Indonesia.”

Setiap kader menempa kemurnian akhlak dan keilmuan di bawah payung akidah yang kokoh. Sebagai wujud nyata, perguruan berfungsi sebagai tangan kanan persyarikatan dalam mencetak prestasi.

Dukungan Kolektif Warga Persyarikatan

Keberhasilan sebuah misi besar tentu membutuhkan energi kolektif dari seluruh komponen persyarikatan. Oleh sebab itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah hingga Angkatan Muda Muhammadiyah bergerak bersama.

Ia menegaskan pentingnya dukungan moral dari seluruh pimpinan. Ia menegaskan, “Maka perlu sekali dari kami untuk memohon doanya dari para pimpinan untuk membawa nama besar Muhammadiyah yang akan kita bawa, karena di situ Tapak Suci jelas Tapak Suci Putra Muhammadiyah.”

Seluruh warga persyarikatan turut hadir dan memberikan dukungan langsung di arena pertandingan. Pada akhirnya, semangat kebersamaan ini menjadi bahan bakar utama bagi para pendekar remaja.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: