Usung Konsep Sederhana dan Fokus Pengajian, Panitia Matangkan Persiapan Milad Muhammadiyah ke-114
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Peringatan hari lahir Persyarikatan selalu menjadi momentum refleksi perjalanan panjang dakwah Islam berkemajuan di tengah masyarakat. Menyongsong usianya yang ke-114, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang menyiapkan perhelatan resepsi secara khidmat, penuh makna, namun tetap menjunjung tinggi prinsip efisiensi.
Mengusung tema nasional “Bersama Satukan Bangsa”, rangkaian kegiatan puncak direncanakan berlangsung pada 15 November 2026 mendatang. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini dikemas dalam bentuk pengajian akbar indoor yang dipusatkan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).
Ketua Panitia Milad Muhammadiyah ke-114 Kota Semarang, Suratejo, mengungkapkan bahwa seluruh seksi kepanitiaan telah bekerja maksimal merampungkan berbagai persiapan teknis. Dukungan penuh dari berbagai pihak, khususnya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan pimpinan daerah, menjadi energi utama kelancaran acara.
“Alhamdulillah dari persiapan, semua seksi sudah melaksanakan tugasnya. Beberapa pihak sudah berkenan membantu tempat dan kelengkapannya, insyaallah semuanya sudah disiapkan dengan baik,” ujar Suratejo saat menyampaikan laporan persiapan, Rabu (04/11/2026).
Suratejo menjelaskan bahwa penentuan konsep sederhana ini tidak lepas dari penyesuaian agenda organisasi menjelang pelaksanaan Tanwir Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah serta Muktamar. Atas saran Pimpinan Wilayah, panitia sepakat mengefisiensikan anggaran dan memilih format pengajian di dalam ruangan.
“Karena kita menghadapi persiapan muktamar dan tanwir, ada saran dari pimpinan wilayah agar kita tidak perlu menggunakan dana begitu besar. Jadi pelaksanaan tahun ini kita laksanakan secara sederhana dan adakan pengajian di indoor, di mana tempatnya diberikan kelonggaran oleh Unimus di GKB 2,” tambahnya.
Dorong Penguatan Kader dan Perluasan Ranting di Setiap Kelurahan
Di balik kesederhanaan perayaan tersebut, Suratejo menitipkan pesan mendalam mengenai penguatan basis dakwah akar rumput. Ia menyoroti tantangan kuantitas ranting Muhammadiyah di Kota Semarang yang baru mencakup 126 dari total 177 kelurahan yang ada.
Pihaknya mengajak seluruh kader, simpatisan, hingga pegawai AUM untuk berani tampil dan menghidupkan gerakan dakwah di kelurahan-kelurahan yang belum memiliki struktur pimpinan ranting. Kehadiran Muhammadiyah di tengah masyarakat harus dirasakan sebagai pembawa kemajuan.
“Kita memang minoritas, tapi kalau kemudian kita tidak berani muncul, lha kemudian kapan kita sebagai warga Muhammadiyah berani bergerak di lingkungan yang membutuhkan pemikiran kita ke depan?” tegas Suratejo.
Ia berharap pemikiran pencerahan Muhammadiyah mampu diaplikasikan secara nyata dalam kehidupan bertetangga. Warga persyarikatan didorong untuk aktif menggalakkan kajian-kajian keislaman rutin di tingkat ranting setiap hari Ahad.
Harapan Kehadiran dan Suksesnya Acara Puncak
Menutup keterangannya, Suratejo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Muhammadiyah dan pimpinan AUM yang telah bersinergi dengan sistem sungkuyung (gotong royong) demi menyukseskan perhelatan akbar ini.
Panitia berharap seluruh tamu undangan dan pimpinan yang telah dikirimi surat konfirmasi dapat hadir memeriahkan milad. Momentum ini sekaligus menjadi ajang mempererat ukhuwah islamiyah dan meneguhkan komitmen kebangsaan.
“Mudah-mudahan kegiatan yang kita laksanakan tanggal 15 November nanti di Unimus bisa berjalan dengan baik, dan semua undangan yang kami berikan berkenan hadir untuk memeriahkan Milad Muhammadiyah ke-114,” pungkasnya penuh harap.