Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Dalam rangka menyambut milad Kokam yang ke 58, maka Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Surya Singosari kota Semarang menggelar kegiatan apel dan dialog Kokam pada hari Sabtu (30/09) bertempat di halaman gedung PWM Jawa Tengah.


Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri ketua PDM kota Semarang, Drs. H. Fahrurrozi M.Ag. beserta segenap jajarannya, ketua PDPM kota Semarang, Suharno S.Pd. beserta segenap jajarannya, komandan kokam Surya Singosari kota Semarang, Muzazin S.E. beserta segenap jajarannya, serta komandan cabang kokam se kota Semarang.

Komandan kokam Surya Singosari, Muzazin S.E. ketika memberi sambutan dalam acara apel dan dialog dalam rangka menyambut milad Kokam yang ke 58


Komandan kokam Surya Singosari kota Semarang, Muzazin S.E. ketika memberikan sambutan mengatakan bahwa setiap tanggal 1 Oktober, kita sebagai warga negara dan warga persyarikatan dipanggil kembali untuk mengenang sebuah peristiwa yang terjadi pada tahun 1965, yaitu peristiwa Gerakan 30 September dan Hari Kesaktian Pancasila. Bagi warga persyarikatan, keluarga besar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), peristiwa ini memiliki makna khusus karena melahirkan KOKAM sebagai bentuk rasa patriotisme anak bangsa yang bersatu melawan gangguan dan ancaman yang ingin menggantikan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Komunis yang didukung oleh Partai Komunis Indonesia. Dengan usia yang saat ini telah mencapai 58 tahun, KOKAM telah banyak mengalami perjuangan dan pengalaman dalam membentengi persyarikatan, menjaga bangsa, dan negara dari pihak-pihak yang berupaya menggantikan Ideologi Pancasila. Semboyan “Tauhid, Ilmu, Amal” telah menjadi pedoman KOKAM dalam berkhidmat bagi persyarikatan Muhammadiyah, bangsa, dan negara.


Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah kota Semarang, Suharno S.Pd. mengaku cukup bangga atas pelaksanaan acara apel dan dialog kokam tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kader Kokam Kota Semarang harus mengambil peran untuk menjaga aset Muhammadiyah. Semoga acara apel dan dialog Kokam ini dapat menjadikan momen yang tepat untuk merapatkan barisan dan menyatukan kekuatan untuk menjaga, merawat NKRI dan pancasila.





Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara