Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ustadz H. Sukendar, MA., PhD.: “Kita Naik Derajat karena Ujian!”

20 Juli 2025, 16:11 WIB 2 menit baca
Ustadz H. Sukendar, MA., PhD.: “Kita Naik Derajat karena Ujian!”

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org- Suasana ahad (20/7/25) pagi yang teduh di Masjid At-Taqwa Ngaliyan, Wates dipenuhi oleh jamaah yang antusias mengikuti kajian rutin Ahad pagi. Kali ini, Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Ustadz H. Sukendar, MA., PhD., hadir sebagai pemateri dengan topik yang menggugah hati: “Sabar dalam Menghadapi Ujian Allah.”

Dalam penyampaiannya, Ustadz Sukendar menekankan bahwa sabar bukanlah sekadar sikap pasif menahan diri, melainkan bentuk kekuatan spiritual yang menunjukkan keimanan sejati seorang Muslim. Mengutip Al-Qur’an, ia menyampaikan firman Allah dalam QS. Az-Zumar ayat 10, “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan dipenuhi pahala mereka tanpa batas.”

“Sabar itu bukan lemah. Justru sabar adalah sinar. Ia kekuatan jiwa yang menunjukkan kematangan iman,” ujar Ustadz Sukendar dengan tegas, mengutip sabda Rasulullah dalam riwayat Muslim.

Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo ini juga membawakan kisah-kisah dari hadits dan pengalaman para sahabat sebagai penguat bahwa ujian adalah bagian dari cinta Allah kepada hamba-Nya. Dalam satu kutipan yang menyentuh, ia menyampaikan sabda Rasulullah Saw., “Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka Allah akan memberikan musibah padanya (HR. Bukhari).”

Tak hanya memaparkan dalil, Ustadz Sukendar juga memberikan kata mutiara yang sangat berkesan.
“Kita naik derajat karena ujian. Orang naik derajat dalam hidup karena mampu lulus ujian. Karena itu, para motivator selalu menceritakan kesulitan masa lalunya, menceritakan ujian yang pernah ia hadapi sehingga ia bisa menjadi sosok yang bisa dilihat berhasil saat ini.”

Selain itu, ada satu bagian yang paling mengena dalam ceramahnya ketika ia menukil kutipan dari surat Al-Ashr.
“Dalam surat al-Ashr dijelaskan bahwa menurut hitungan waktu, kita selalu dalam kerugian. Bengong menghabiskan waktu, nonton sinetron menghabiskan waktu, dan banyak kegiatan tidak bermanfaat pun menghabiskan waktu. Yang membuat waktu bermanfaat adalah iman, amal saleh, dan menyampaikan nasehat atau ajaran agama. Termasuk belajar agama untuk ditularkan dan diwariskan,” terangnya.

Kajian selama lebih dari satu jam itu berlangsung dengan khidmat dan penuh refleksi. Para jamaah tampak serius menyimak, bahkan beberapa mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Tak sedikit yang mengangguk-angguk setuju, terutama saat ceramahnya menekankan seruan kebaikan.

Menutup kajian, Ustadz Sukendar mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperkuat sabar dengan dua pilar utama: shalat dan keikhlasan. “Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Allah bersama orang-orang yang sabar,” kutipnya dari QS. Al-Baqarah ayat 153.

Dengan suasana yang hangat dan penuh semangat spiritual, kajian Ahad pagi ini tidak hanya memberi ilmu, tapi juga menenangkan hati dan menumbuhkan harapan bagi setiap muslim yang sedang menghadapi ujian kehidupan.

Kontributor: Muhammad Abdul Alim
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: