Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

PDM Semarang Usung Konsep Unik untuk Perkuat Ranting, Padukan Dakwah dan Petualangan

2 Agustus 2025, 16:39 WIB 3 menit baca
PDM Semarang Usung Konsep Unik untuk Perkuat Ranting, Padukan Dakwah dan Petualangan

KARANGANYAR,muhammadiyahkotasemarang.org – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang mengambil langkah inovatif untuk memperkuat fondasi organisasinya melalui kegiatan capacity building yang tidak biasa.

Acara yang digelar di Panti Aisyiyah Karanganyar pada Sabtu (2/8/2025), ini dirancang untuk merekatkan Pimpinan Cabang (PCM) dan Pimpinan Ranting (PRM) Muhammadiyah dengan memadukan agenda formal dan kegiatan non-formal yang sarat makna. Kegiatan ini secara khusus menekankan pentingnya tidak hanya mendirikan, tetapi juga “menghidupi” setiap ranting sebagai ujung tombak dakwah.

Kegiatan ini dihadiri oleh 259 peserta yang diangkut menggunakan 5 bus besar dan 1 elf. Turut hadir juga Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag., termasuk para wakil ketua: Drs. Abdullah Muhajir, Drs. Danusiri M.Ag., Dr. H. AM Jumai M.M., Drs. H. Nurbini M.S.I., dan Drs. Jumadi, serta Sekretaris Suparno M.S.I., beserta Ketua PDA Kota Semarang, Aminah Kurniasih, M.Pd., dan jajaran pimpinannya, bersama seluruh perwakilan PCM, PRM, dan lembaga se-Kota Semarang.

Bertajuk Ideopolitor dan Capacity Building, acara ini bertujuan membangkitkan kembali semangat juang (ghirah) kebersamaan dalam berdakwah. Salah satu fokus utamanya adalah pemerataan jumlah ranting di setiap kecamatan se-Kota Semarang.

“Pembentukan ranting tidak hanya sekadar pendirian, tapi bagaimana bisa menghidupi ranting yang sudah didirikan sesuai dengan aturan AD/ART Muhammadiyah.” tegas Fachrur rozi di dalam sambutannya

Tafsir Surat Al-Mulk Ayat 15 Menjadi Konsep Komunikasi Non-formal

Konsep unik acara ini terinspirasi dari Surat Al-Mulk ayat 15, yang berbunyi, “jelajahi segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.” Ayat ini ditafsirkan secara non-formal menjadi “jalan-jalan dan makan-makan untuk membangun komunikasi efektif.”

Kegembiraan peserta Capacity Building pada saat sesi foto bersama dengan Ketua PDM Kab. Karanganyar. (Foto: Adib)

Inilah yang membuat acara ini berbeda dari pertemuan pada umumnya, karena menggabungkan kegiatan tubing di Pucuk Kuning, wisata kuliner UMKM lokal, dan berkeliling Masjid Karanganyar sebagai penguat inti dari sesi capacity building.

Dalam sesi motivasi, Ust. Muhammad Arief, S.Ag., Ketua PDM Kabupaten Karanganyar, memaparkan materi tentang Muhammadiyah sebagai Kekuatan Sosial-Politik dan Budaya.

Ia menyoroti keberhasilan Muhammadiyah di Karanganyar yang tak hanya mengandalkan amal usaha, tetapi juga penguatan politik lokal yang terbukti efektif. Dengan kader-kader yang berhasil menduduki posisi strategis hingga bupati dan wakil bupati, Muhammadiyah di Karanganyar menjadi kekuatan yang diperhitungkan.

Sesi motivasi, Ust. Muhammad Arief, S.Ag., Ketua PDM Kabupaten Karanganyar, untuk para peserta Capacity Building. (Foto: Adib)

Muhammad Arief menjelaskan lebih lanjut bahwa kunci kekuatan Muhammadiyah terletak pada beberapa pilar utama. Pertama, menghidupkan pengajian sebagai ruh gerakan. Kemudian, menyiapkan kader-kader andal untuk mengelola masjid dan amal usaha.

Terakhir, memberdayakan pemuda dari organisasi otonom (ortom) seperti IMM, IPM, dan Pemuda Muhammadiyah untuk menjadi imam sekaligus penggerak di masyarakat.

Selain itu, konsistensi dalam pengkaderan dan loyalitas pegawai, serta sikap yang tegas dan tidak gamang dalam bersikap politik maupun berdakwah menjadi faktor krusial.

Kontributor: Adib Al Bari
Editor: Riki Apr
Bagikan: