Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Komitmen, Kunci Berkhidmat di Persyarikatan Muhammadiyah

13 September 2025, 06:15 WIB 3 menit baca
Komitmen, Kunci Berkhidmat di Persyarikatan Muhammadiyah

KLATEN, muhammadiyasemarangkota.org- Komitmen dalam berkhidmat di persyarikatan adalah kunci. Tanpa komitmen, cita-cita luhur Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya tidak akan tercapai.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Ustad Dr. Aang Kunaepi dalam pengajian triwulan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan Klaten Kota, di SMA Muhammadiyah 1 Klaten, Jum’at (12/9/2025).

“Berkhidmat di Muhammadiyah adalah sebuah ibadah dan panggilan hati, bukan sekadar tugas atau kewajiban,” ujar Ustad Aang di depan sekitar 400 pegawai AUM Pendidikan Klaten Kota.

Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah Jawa Tengah itu juga mendorong para hadirin untuk memegang teguh beberapa prinsip dalam berkhidmat di persyarikatan. Dimulai dengan niat yang benar, yaitu berkhidmat semata-mata karena Allah SWT. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menegakkan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Lebih lanjut, Ustad Aang menyoroti perlunya sikap disiplin, ulet, dan bertanggung jawab dalam mengemban amanah. Ia mengutip sebuah hadis untuk menegaskan hal ini, “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji”.

Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo itu juga menyinggung tentang sikap rendah hati dan menghindari kesombongan, karena semua kemampuan berasal dari Allah.

Menghadapi Hambatan dengan Semangat Positif

Dalam paparannya, Ustad Aang menyoroti pula hambatan terbesar dalam meraih impian, yaitu pikiran negatif. Ia mengutip pepatah, “Kalau anda lunak terhadap diri anda, kehidupan akan keras terhadap diri anda. Tetapi, kalau anda keras terhadap diri anda, kehidupan akan lunak terhadap diri anda”.

Ia membedakan antara fixed mindset dan growth mindset. “Orang dengan fixed mindset cenderung menghindari tantangan, mudah menyerah, dan merasa terancam oleh kesuksesan orang lain. Sebaliknya, orang dengan
growth mindset akan merangkul tantangan, gigih menghadapi rintangan, dan belajar dari kritik serta kesuksesan orang lain,” terangnya.

Profesionalitas dan Inovasi untuk Dakwah

Selain prinsip-prinsip spiritual, Ustad Aang juga menekankan pentingnya profesionalitas dalam berkhidmat di persyarikatan. “Pengelola AUM harus bekerja secara profesional, jujur, dan akuntabel. Keuntungan yang didapat harus melalui cara yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.”

Prinsip kerja keras dan kualitas (itqan dan ihsan) juga menjadi poin utama. “Sesungguhnya Allah suka bila salah seorang dari kalian beramal, ia melakukannya dengan itqan (profesional dan tuntas),” ujarnya mengutip sebuah hadis.

Ia juga mengingatkan pentingnya kejujuran dan etika bisnis dalam berinteraksi dengan para pemangku kepentingan.

Di akhir materinya, Ustad Aang mengajak para hadirin untuk terus berinovasi dan tidak stagnan. Ia mengutip firman Allah, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. Dengan efisiensi dan inovasi, keuntungan AUM dapat dimaksimalkan untuk mendukung kegiatan dakwah.

Kontributor: MPI PDM
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: