Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Cegah Diabetes, Prof. Nurrahman Unimus Kembangkan Sup Labu Kuning Instan

16 September 2025, 20:06 WIB • 2 menit baca
Cegah Diabetes, Prof. Nurrahman Unimus Kembangkan Sup Labu Kuning Instan

TEMBALANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Seorang dosen Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prof. Dr. Ir. Nurrahman, M.Si., resmi dikukuhkan sebagai guru besar setelah risetnya mengenai potensi sup labu kuning instan sebagai pangan fungsional terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini berfokus pada penggunaan sup instan tersebut untuk membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus.

Upacara pengukuhan Nurrahman, yang juga merupakan pakar biokimia pangan dan metabolisme zat gizi, berlangsung pada hari Selasa (16/9/2025) bersamaan dengan dua guru besar lainnya,  Prof. Dr. Sayono, S.K.M., M.Kes(Epid). (bidang Surveilans/Pengawasan Epidemiologi, Program Pascasarjana), dan Prof. Dr. Edy Winarno, S.T., M.Eng. (bidang Pengolahan Citra Digital dan Kriptografi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer). Pengukuhan Nurrahman ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Dirjen Dikti Kemendikbudristek Nomor 07331/B4./DT.04.01/2025.

Kepada muhammadiyahsemarangkota.org, Nurrahman menyampaikan rencananya untuk melanjutkan penelitian dengan menambahkan biji labu kuning ke dalam sup instan tersebut. “Saya masih punya PR untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang penggunaan biji labu kuning yang nanti kami akan tambahkan ke dalam sup labu kuning,” jelasnya.

Penelitian lanjutan ini bertujuan untuk menguji lebih jauh kemampuan sup tersebut dalam menurunkan kadar glukosa darah.

Nurrahman berharap inovasi pangan ini dapat diproduksi secara massal dan dijual ke masyarakat, sehingga dapat menjadi alternatif terapi yang membantu penanganan kasus-kasus kesehatan, khususnya diabetes. Apalagi jumlah penderita diabetes melitus (DM) di Indonesia sudah mencapai 19,5 juta jiwa atau tertinggi ke-5 di dunia berdasarkan data Federasi Diabetes Internasional (IDF) 2021. Tahun ini diperkirakan jumlah penderitanya melewati 20 juta jiwa..

Sebelumnya, Nurrahman telah mendalami penelitian tentang pangan fungsional. Dikutip dari laman unimus.ac.id, beberapa risetnya yang telah dipublikasikan mencakup “Karakteristik dan Potensi Sup Labu Kuning Instan dalam Memperbaiki Profil Lipid dan Sistem Immun Tikus” serta “Karakterisasi dan Potensi Hipoglikemik Sup Labu Kuning Instan yang Ditambah Biji Labu Kuning pada Tikus Diabetes Melitus.” Riset disertasinya juga berfokus pada potensi tempe kedelai hitam dalam meningkatkan kadar IgA sekretori.

Nurrahman telah bergabung dengan Unimus sejak pertama kali didirikan pada tahun 1999. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Rektor I dan Ketua LPPM.

Selain kesibukannya dalam mengajar, pria kelahiran Semarang ini juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan (PATPI) cabang Semarang. Sementara di ormas Muhammadiyah, Nurrahman juga aktif sebagai Wakil Ketua Majelis Pustaka Informasi (MPI) PDM Kota Semarang dan pengisi kajian-kajian di PCM dan PRM.

Pendidikan S1 dan S2 Nurrahman ditempuhnya pada jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan IPB. Sementara pendidikan S3 diselesaikannya di Ilmu Pangan UGM.

Kontributor: Adib Alban, Afida Nur Aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: