Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Opini 2 menit baca

Brand Leader Muhammadiyah

Dr. H. AM. Jumai, S.E., M.M

Kader Muhammadiyah / Ketua LDK PWM Jawa Tengah

Brand Leader Muhammadiyah
Dr. H. KRAT. AM. Jumai, S.E., M.M., Wakil Ketua PDM Kota Semarang, yang menggagas program GPS Tokoh Muhammadiyah sebagai upaya merawat para pejuang Persyarikatan di masa senja. (Foto: Dok. Pribadi)

Muhammadiyah telah lama dikenal sebagai sebuah gerakan Islam yang tidak hanya berfokus pada dakwah, tetapi juga secara nyata menjadi brand leader di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan umat. Sejak kelahirannya, Muhammadiyah konsisten memancarkan wajah Islam berkemajuan—sebuah Islam yang rasional, mencerahkan, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Amal usaha yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi bukti nyata bahwa dakwah Muhammadiyah tidak berhenti pada retorika, melainkan terwujud dalam kerja nyata. Mulai dari rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi, panti asuhan, hingga berbagai lembaga ekonomi, semua adalah representasi konkret dari Islam yang terus bergerak dan berbakti untuk kemanusiaan.

Dengan demikian, Muhammadiyah tidak hanya dikenal sebagai organisasi, melainkan juga sebagai brand yang menuntun umat dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar.

Pertumbuhan pesat Muhammadiyah ditopang oleh tiga kekuatan utama. Pertama, kekuatan spiritual yang menjadikan tauhid murni sebagai fondasi bagi setiap amal usaha.

Kedua, kekuatan kultural, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan hadir di tengah masyarakat dengan solusi konkret yang relevan.

Ketiga, kekuatan struktural, berupa jaringan organisasi yang solid dari pusat hingga tingkat ranting. Ketiga kekuatan ini menjadikan Muhammadiyah tidak hanya sebagai gerakan nasional, tetapi juga diakui secara global.

Tantangan Kaderisasi

Meski memiliki fondasi yang kokoh, tantangan terbesar yang dihadapi Muhammadiyah saat ini adalah kaderisasi. Kita perlu melahirkan kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, loyalitas, dan semangat pengabdian.

Kader Muhammadiyah diharapkan mampu memainkan tiga peran vital secara beriringan: sebagai kader bangsa yang berkontribusi aktif dalam pembangunan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); sebagai kader umat yang mengabdi melalui pelayanan sosial, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat; dan sebagai kader persyarikatan yang setia pada manhaj tarjih serta berikhlas dalam mengembangkan amal usaha.

Menjadi kader Muhammadiyah bukanlah sekadar identitas, melainkan sebuah panggilan dakwah. Loyalitas, kerja nyata, dan komitmen terhadap nilai-nilai Islam berkemajuan adalah ruh yang harus terus dihidupkan.

Sebagai brand leader, Muhammadiyah membutuhkan kader yang visioner dan tangguh. Merekalah yang akan melanjutkan estafet perjuangan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai dasar persyarikatan. Di tangan kader-kader inilah Muhammadiyah akan terus hadir sebagai gerakan pencerah, melintasi batas, dan menjadi rahmat bagi umat, bangsa, dan semesta alam.

Editor: Agung S Bakti
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: