Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Kunci Utama Sekeluarga Bisa Kumpul Lagi di Surga!

27 September 2025, 10:59 WIB 2 menit baca
Kunci Utama Sekeluarga Bisa Kumpul Lagi di Surga!

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org- Hasrat untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta menjadi memori terkuat yang dicari oleh penghuni surga, mengalahkan segala nostalgia duniawi. Kenyataan ini menjadikan visi akhira, yaitu meraih surga bersama, sebagai target paling besar dan utama dalam membangun rumah tangga.

Pernyataan menggugah ini mengemuka dalam Kajian Keluarga Samara Edisi 4 yang digelar oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Podorejo, Ngaliyan, di Musholla At-Taqwa Bumi Palir Sejahtera, Kota Semarang, pada Jumat (26/9/2025) malam. Kajian bulanan yang bertema “Sekeluarga Sesurga” ini menghadirkan Ustad Kholid Winandar, S.Ag., Mudir Muhammadiyah Boarding School Mijen, Kota Semarang.

Dalam paparannya, Ustad Kholid menekankan bahwa segala upaya, tenaga, pikiran, waktu, hingga harta yang dikorbankan dalam membangun keluarga akan sia-sia jika targetnya hanya sebatas capaian duniawi, seperti memiliki motor, mobil, atau rumah.

“Berumah tangga bukan hanya sekedar perahu kecil yang kita pakai untuk menyeberangi sungai kecil bernama dunia, tetapi kapal yang kita gunakan untuk menyeberangi samudra akhirat, melawan badai dan segala ujiannya,” ujar Ustad Kholid.

Ia menegaskan bahwa memori keluarga adalah yang paling lekat, bahkan saat di alam kubur. Maka, sangatlah rugi jika pengorbanan sebesar itu tidak berujung pada target abadi yang kekal.

Menjawab pertanyaan besar seputar mungkinkah sekeluarga dengan level amal yang berbeda bisa berkumpul di surga, Ustad Kholid menjawab tegas: bisa!

Ia mengetengahkan riwayat, yaitu perkataan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma : “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat keluarga orang mukmin menjadi satu level dengannya, meskipun amal mereka level nya berada di bawahnya. Itu semua agar Allah menyempurnakan kebahagiannya”

Lalu ia membacakan firman Allah Ta’ala;

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢ بِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ ۝٢١

“Dan orang-orang yang beriman, dari anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tidak mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. (QS. Ath-Thur : 21).”

Ustad Kholid lantas menjelaskan bahwa syarat utama untuk mencapai penyatuan keluarga di surga ini adalah memiliki sifat isyfaq saat di dunia. Isyfaq, yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala QS. Ath-Thur 26, merupakan perpaduan antara dua unsur esensial: rasa cinta (al hubb) dan rasa takut (khouf).

قَالُـوۡۤا اِنَّا كُـنَّا قَبۡلُ فِىۡۤ اَهۡلِنَا مُشۡفِقِيۡنَ‏ (٢٦)

“Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa isyfaq (takut akan diazab)”

Rasa cinta adalah yang menyatukan mereka untuk masuk surga bersama, sementara rasa takut adalah yang mendorong mereka menjauhkan diri dan keluarga mereka dari api neraka.

“Alangkah indahnya jika keluarga yang hari ini kita cintai, kelak di akhirat bisa kembali berkumpul di surga-Nya. Inilah maksud dari ‘Sekeluarga Sesurga’,” pungkas Ustad Kholid saat kajian selesai sekitar pukul 21.00 WIB.

Kontributor: Abie Zaidan
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: