Dalam era digital yang penuh distorsi, di mana kabar bohong sering kali lebih cepat menyebar daripada kebenaran, ada satu aktivitas sederhana yang menawarkan janji ketenangan dan manfaat abadi: zikir.
Zikir, sebagai pengingat akan kebesaran Ilahi, bukan sekadar lantunan spiritual, melainkan sebuah formula pasti yang telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW untuk menjamin kemaslahatan, terutama di akhirat kelak.
Formula-formula ini, yang secara teknis disebut kalimah thayyibah, pernyataan yang memiliki kandungan arti baik, memiliki keutamaan luar biasa, bahkan mampu menghapus dosa sebanyak buih di lautan.
Rasulullah SAW telah memberikan contoh-contoh formula zikir sekaligus kemanfaatannya. Berikut adalah beberapa formula dan variasinya yang bisa dipraktikan warga Muhammadiyah khususnya dan umat muslim umumnya:
- Bertasbih (Subhânallâh) dan Bertahmid (Wabiḩamdih) 100 Kali
Barangsiapa yang rutin membaca zikir ini dalam sehari, dosanya akan terampuni meskipun sebanyak buih di lautan.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
(Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan Subhanallah wabihamdihi Maha Suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya’ sehari seratus kali, maka kesalahan-kesalahannya akan terampuni walaupun sebanyak buih di lautan.” HR Bukhari: 5926, 10266, Malik: 438, Ibnu Majah: 3802, Turmuzi: 3308).
- Bertasbih, Bertahmid, dan Bertakbir setelah Salat Wajib
Dengan membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali setiap selesai salat maktubah (wajib), Allah SWT akan mengampuni dosa pelakunya meskipun sebanyak buih di lautan.
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya:
“Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah sehabis salat sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan bertakbir kepada Allah tiga puluh tiga kali, hingga semuanya berjumlah sembilan puluh sembilan, -dan beliau menambahkan- dan kesempurnaan seratus adalah membaca Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR Muslim: 939, Ahmad: 8478, 9878, Abu Dawud: 1286, Malik: 439).
- Bertahlil, Bertauhid, dan Berta’zhim 100 Kali
Mengucapkan formula ini 100 kali dalam sehari akan mendatangkan pahala sebanding dengan memerdekakan 10 budak, menghapus 100 kesalahan, mencatat 100 kebaikan, dan menjaga pembacanya dari godaan setan di hari tersebut.
قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
Artinya:
Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilIallaahu wahdah, Iaa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir (Tiada tuhan selain Allah, Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki alam semesta dan segala puji hanya bagi-Nya. Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu) dalam sehari seratus kali, maka orang tersebut akan mendapat pahala sama seperti orang yang memerdekakan seratus orang budak, dicatat seratus kebaikan untuknya, dihapus seratus keburukan untuknya. Pada hari itu ia akan terjaga dari godaan setan sampai sore hari dan tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya, kecuali orang yang membaca lebih banyak dari itu.” (HR Muslim: 4857, Ahmad: 7667, 8518).
- Bertasbih (Subḩânallâh) dan Bertahlil (Lâ ilâha ilallâh) 100 Kali setelah Salat
Zikir ini dikhususkan bagi yang membacanya seratus kali setelah salat Subuh (ghadah), yang juga menjanjikan ampunan dosa, bahkan jika dosanya laksana buih di lautan.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَبَّحَ فِي دُبُرِ صَلَاةِ الْغَدَاةِ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ وَهَلَّلَ مِائَةَ تَهْلِيلَةٍ غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبُهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya:
Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wa Sallam bersabda: “Barangsiapa ketika setiap selesai salat Subuh bertasbih dan bertahlil seratus kali, dosanya akan diampuni, walaupun (banyaknya) laksana buih di lautan.” (Nasai: 1337).
- Keutamaan Mengikuti Istigfar Rasulullah
Rasulullah SAW. sendiri beristigfar 70 kali sehari semalam, menunjukkan betapa pentingnya memohon ampunan dan menjadikan hal tersebut sebagai teladan yang patut diikuti oleh umatnya.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ سَبْعِينَ مَرَّةً
(Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya saya memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya sehari tujuh puluh kali.” HR Ibnu Majah: 3806, 3807, Bukhari: 5872, Ahmad: 7461, 8137 [riwayat ini menyebutkan lebih dari 70 kali]).
- Formula Zikir dan Doa yang Paling Utama
Di antara semua formula, Rasulullah saw. telah menegaskan mana yang memiliki kedudukan paling tinggi.
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ
(Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Zikir yang paling utama adalah lâ ilâha illallâh dan doa yang paling utama adalah Alḩamdulillâh.” HR Turmuzi: 3305, Ibnu Majah: 3790, Ibnu Hibban: 846)
Bersambung
Baca juga: