Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Aksi Nyata Pemuda Muhammadiyah: Terjun Langsung Evakuasi Korban dan Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir Semarang

5 November 2025, 10:03 WIB 2 menit baca
Aksi Nyata Pemuda Muhammadiyah: Terjun Langsung Evakuasi Korban dan Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir Semarang
Screenshot

SEMARANG,muhammadiyahkotasemarang.org– “Kami anak-anak muda selalu siap siaga 24 jam.” Komitmen ini bukan sekadar ucapan bagi kader Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, pada Selasa,(04/11/25). Di tengah kepungan banjir yang merendam beberapa wilayah krusial, mereka membuktikan kesiapsiagaan itu dengan aksi nyata di lapangan.

Musim hujan yang datang lebih awal di bulan Oktober ini langsung menguji ketangguhan ibu kota Jawa Tengah.

Curah hujan tinggi membuat kawasan langganan bencana banjir seperti Genuk, Gayamsari, dan sekitar Kaligawe terendam parah. Wilayah ini memang dikenal rawan, bukan hanya karena luapan air, tapi juga kerap diperparah oleh banjir rob dan penurunan muka tanah.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Semarang, Suharno S.Pd, menceritakan bagaimana para kader langsung ‘bergandengan tangan’ begitu bencana melanda.

“Maka ini menjadikan kader-kader Pemuda Muhammadiyah bersama KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) dan LPP, didukung Lazismu, untuk menangani bencana banjir di Kota Semarang,” ujar Suharno, Selasa (04/11).

Aksi Cepat di Titik Rawan Banjir Semarang
Menurut Suharno, koordinasi di lapangan berjalan lancar karena Muhammadiyah telah memiliki posko-posko di titik strategis, termasuk di Gayamsari dan Genuk. Tim gabungan ini bergerak cepat dalam dua fase: darurat dan pasca-bencana.

Saat banjir sedang tinggi, fokus utama adalah mengevakuasi warga yang rumahnya terendam ke tempat aman. Pada saat yang sama, dapur umum yang dikoordinir oleh ibu-ibu Aisyah langsung beroperasi, mendistribusikan makanan siap saji bagi para pengungsi.

Tim dari MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan Lazismu juga memastikan suplai logistik, termasuk program ‘Rendangmu’, sampai ke tangan warga yang membutuhkan.

Dari Evakuasi Warga Hingga Sedot Air di Sekolah

Tantangan terbesar justru datang saat air mulai surut. Tim gabungan langsung beralih fokus membantu warga membersihkan rumah dan fasilitas umum, terutama sekolah-sekolah yang terendam lumpur.

Suharno mencontohkan satu perjuangan tim saat membersihkan SD Muhammadiyah 11 pada Ahad (02/11) lalu. Sekolah tersebut tergenang air bercampur lumpur setinggi hampir satu meter.

“Air yang tidak bisa keluar dari kelas itu kita sedot dengan pompa, baru kita bersihkan. Alhamdulillah Senin ini (05/11) kelas sudah bisa digunakan untuk kegiatan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar),” tuturnya lega.

Bagi Suharno, bencana ini adalah panggilan kemanusiaan. Ia berpesan agar seluruh kader Pemuda Muhammadiyah Semarang selalu menjaga kesiapsiagaan fisik, mental, dan logistik untuk membantu sesama.

“Insya Allah kita semuanya bersama-sama bisa bersinergi dengan berbagai lintas ormas ataupun Pemerintah Kota Semarang. Semangat gotong royong ini harus terus menyala,” tutupnya.

Baca juga : Banjir Boleh Menerjang, Tapi Tidak Menenggelamkan Semangat: Kisah Solidaritas Muhammadiyah Tangani Banjir Semarang

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: