Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Langkah Kecil Berdampak Besar: 20 Ibu Aisyiyah di Semarang Jadi Pionir Program Ketahanan Pangan

15 November 2025, 05:00 WIB 2 menit baca
Langkah Kecil Berdampak Besar: 20 Ibu Aisyiyah di Semarang Jadi Pionir Program Ketahanan Pangan

GUNUNGPATI, muhammadiyahsemarangkota.orgMenciptakan ekosistem ketahanan pangan yang kuat di tingkat akar rumput tidak selalu membutuhkan proyek skala besar. Hal ini dibuktikan melalui program Kelompok Budimanis (Budidaya Ikan dan Tanaman Aisyiyah) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gunungpati-1, Kota Semarang, yang sukses melatih 20 anggotanya dalam budidaya tanaman cabai, tomat, dan terong (TCT) pada Kamis (13/11/2025).

Pelatihan ini merupakan langkah kecil yang berdampak besar. Pelatihan secara spesifik dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan optimal lahan pekarangan.

Fokus pada family farming atau pertanian skala rumah tangga menjadi krusial dalam menanggulangi kerentanan pangan. Data Indeks Ketahanan Pangan (IKP) tahun 2023 dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) menunjukkan bahwa penguatan produksi pangan mandiri di rumah tangga, yang mencakup ketersediaan dan keterjangkauan, merupakan kunci untuk menekan angka pengeluaran pangan yang tinggi.

Ketua Panitia, Hj. Sri Asih, S.H., menyampaikan bahwa pelatihan yang diadakan di Wisma Lansia Aisyiyah ini merupakan upaya strategis untuk menjadikan ibu-ibu rumah tangga sebagai produsen mandiri. “Dengan menguasai keterampilan menanam TCT, peserta secara langsung mengurangi pengeluaran dapur dan menjamin asupan gizi yang berkelanjutan. Ini adalah kunci ketahanan ekonomi keluarga,” tegas Sri Asih.

Pelatihan dengan narasumber Haris, penyuluh lapangan dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, mendapat sambutan luar biasa. Dispertan juga turut mendukung inisiatif ini dengan menyerahkan 50 bibit cabai, tomat, dan terong siap tanam kepada kelompok Budimamis.

Dari Panen ke Produk Olahan dan Komunitas

Pelatihan TCT ini merupakan bagian integral dari ekosistem Budimanis yang telah merintis pelatihan budidaya ikan lele dalam ember (Budikdamber) pada 7 Agustus 2025. Sinergi tanaman dan perikanan ini memungkinkan rumah tangga di Gunungpati mengamankan kebutuhan gizi esensial (vitamin dan protein) secara mandiri.

Dalam jangka panjang, Hj. Sri Asih memaparkan bahwa program ini tidak akan berhenti pada tahap panen. “Rencana tindak lanjut kami sangat jelas. Setelah masa panen, kami akan mengadakan pelatihan pengolahan produk ikan yang telah dipanen. Ini bertujuan untuk menambah nilai jual dan memperpanjang umur simpan produk, mengubah hasil budidaya menjadi potensi usaha mikro,” jelas Sri Asih.

Selain penguatan sektor pangan, Budimamis juga akan berfokus pada pengembangan komunitas non-pangan melalui rencana mengumpulkan para petani dan pencinta anggrek khususnya di wilayah Gunungpati. Langkah ini menunjukkan ambisi kelompok untuk tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga memperluas jejaring pemberdayaan ekonomi dan hobi masyarakat.

Kontributor: TimMedia PCA Gunungpati-1
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: