Ketika Beasiswa Menjadi Cahaya
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Ada suasana berbeda pada Ahad pagi di Masjid At-Taqwa Petompon, Ahad (23/11/2025). Usai pengajian rutin, wajah-wajah hangat terlihat menunggu dengan penuh harap. Mereka bukan sekadar hadir untuk belajar agama, tetapi juga menerima bantuan yang bisa meringankan langkah mereka. Di momen inilah LazisMu PCM Gajahmungkur kembali menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya disampaikan lewat mimbar, tetapi juga lewat tindakan nyata.
LazisMu menyalurkan 20 beasiswa pendidikan senilai total Rp4 juta dan 15 paket sembako untuk pelajar dhuafa serta para takmir masjid di Kecamatan Gajahmungkur. Penyaluran ini menjadi bagian dari program rutin yang konsisten dilakukan setiap bulan.
Bantuan yang Menguatkan Langkah
Beasiswa sebesar Rp200.000 per anak diberikan kepada siswa dari tingkat TK hingga SMA/SMK. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Ketua PCM Gajahmungkur, H. Toto Sugiyono, S.E., M.M, bersama Ketua LazisMu PCM Gajahmungkur Ir. H. Sudarmantono yang memimpin pelaksanaan pentasarufan.
Tak sedikit penerima yang datang dengan penuh rasa syukur. Salah satu peserta mengungkapkan kegembiraannya saat menerima bantuan.
“Kami sangat senang dan bersyukur dapat merasakan manfaat nyata dari kiprah Muhammadiyah di sekitar Gajahmungkur,” ujarnya dengan mata berbinar.
Ungkapan itu menggambarkan bagaimana bantuan sederhana bisa membawa harapan besar, terutama bagi keluarga yang tengah berjuang menghidupi pendidikan anak-anak mereka.
Dakwah yang Terus Mengalir Lewat Aksi Sosial
Program beasiswa dan sembako yang rutin digulirkan LazisMu bukan hanya sekadar angka atau laporan kegiatan.
Ia adalah bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan dakwah sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung dakwah yang terasa, terlihat, dan menguatkan.
Dengan penyaluran bantuan yang terus berjalan, LazisMu PCM Gajahmungkur berharap semakin banyak keluarga dhuafa yang dapat merasakan manfaatnya.
Bukan hanya mengurangi beban biaya pendidikan, tetapi juga mengokohkan bahwa dakwah dapat hadir dalam bentuk kepedulian nyata.
Dan pagi itu, di halaman masjid kecil di Petompon, dakwah itu kembali hidup dalam bentuk senyum, harapan, dan langkah baru penuh keberkahan.