Lindungi Rumah Tangga dari Dusta dan Aib
NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Di tengah derasnya tantangan rumah tangga modern, menjaga kehormatan diri dan menutup aib pasangan menjadi ujian berat yang sering memicu keretakan.
Ustad Pujiyanto S.Pd.I., anggota Majelis Tabligh PCM Ngaliyan, Semarang, menguraikan secara teknis bagaimana ketaatan kepada Allah berfungsi sebagai mekanisme kontrol otomatis yang menjaga lisan dari perkataan dusta atau menyakitkan.
Kunci keharmonisan langgeng, menurutnya, adalah ketika suami dan istri sama-sama menjadikan Allah sebagai tujuan utama, menjamin tidak akan ada kebohongan di antara mereka.
Pasangan suami istri hanya bisa meraih keharmonisan rumah tangga yang sejati dengan menempatkan ketaatan kepada Allah SWT sebagai standar perilaku utama.
Ia menilai ketaatan berfungsi sebagai mekanisme kontrol otomatis yang efektif meredam ego dan potensi konflik, jauh melampaui kemampuan harta atau kecantikan fisik.
Pujiyanto menyampaikan pandangan tersebut saat menyoroti tingginya angka perceraian di era modern dalam khutbah Jumat di Masjid AtTaqwa Ngaliyan, Wates, Jumat (28/11/2025).
Ia menilai banyak pasangan gagal mewujudkan resep “Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah” dalam Surah Ar-Rum ayat 21 karena mereka melupakan aspek ketakwaan sebagai fondasi operasional keluarga.
“Rumah tangga yang harmonis dan pasangan yang langgeng itu berangkat dari ketaatan kepada Allah. Dua-duanya taat kepada Allah. Suaminya taat kepada Allah, istrinya taat kepada Allah, maka akan menjadi pasangan yang langgeng,” tegas Pujiyanto.
Ketaatan: Jaminan Anti-Dusta dalam Pernikahan
Pujiyanto menguraikan secara teknis cara ketaatan bekerja menciptakan kenyamanan. Pasangan yang menjadikan Allah sebagai tujuan pasti memiliki ‘rem’ pakem dalam bersikap.
Ketaatan mendorong suami atau istri untuk menjaga kehormatan diri, menutup aib pasangan, dan menahan lisan dari perkataan dusta atau menyakitkan yang sering memicu keretakan.
“Ketika suami istri membangun ketaatan bersama di dalam rumah tangga, maka tidak ada dusta di antara pasangan itu. Yang laki-laki tidak akan pernah mendustai istrinya, yang perempuan juga tidak akan pernah membohongi suaminya,” ujarnya.
Ia membandingkan hal ini dengan fenomena selebritas atau orang kaya yang seringkali kawin cerai dalam hitungan hari. Fakta ini membuktikan bahwa kelimpahan materi dan paras rupawan tidak memiliki kemampuan mengikat hati sekuat ikatan takwa.
Meneladani Rumah Tangga Rasulullah
Dalam khutbahnya, Pujiyanto mengambil contoh konkret dari pernikahan Rasulullah SAW dan Khadijah RA. Meskipun keduanya memiliki segalanya—Khadijah dengan kekayaannya dan Rasulullah dengan ketampanannya—namun bukan itu yang menjadi pengikat utama.
Keduanya menyatukan visi dalam ketaatan penuh kepada syariat Allah, sehingga cinta mereka abadi hingga maut memisahkan.
Peringatan bagi Generasi Muda
Menutup ceramahnya, Pujiyanto memberikan formula bagi para pemuda yang sedang mempersiapkan masa depan. Ia mengingatkan bahwa seseorang akan mendapatkan jodoh yang baik hanya dengan memperbaiki kualitas ketaatan diri sendiri terlebih dahulu.
“Insya Allah ketika kita menjaga ketaatan diri kita kepada Allah, maka Allah akan mendatangkan pasangan untuk kita yang juga akan taat kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Baca juga : Ternyata Rezeki Itu Dekat Asal Tahu Kuncinya