Dari Dapur Seorang Ibu, Kabusyi Kini Mengudara: Kisah 15 Tahun UMKM ‘Aisyiyah yang Mewarnai Ruang Publik
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org —Tak semua kisah UMKM dimulai dari modal besar. Ada yang berawal dari tempat paling sederhana: dapur seorang ibu yang ingin membuat anaknya kembali bersemangat makan. Siapa sangka, dari rasa sayang yang tampak kecil itulah lahir Kabusyi, UMKM kebanggaan ‘Aisyiyah yang kini sudah bertahan 15 tahun dan bahkan mendapat panggung siaran langsung di RRI Pro 4 Semarang melalui program PRIGEL, Kamis (4/12/2025).
Di studio RRI, suara Kabusyi kian mengudara lewat narasi yang disampaikan Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan ‘Aisyiyah, Dra. Ida Himawati, didampingi Sekretaris GOW Semarang, Mardhijah. Kedua tokoh perempuan ini bukan hanya memperkenalkan produk, tetapi membawa cerita ketangguhan, dedikasi, dan kreativitas UMKM perempuan di Kota Atlas.
Perjalanan Camilan Premium yang Dimulai dari Kasih Sayang
Di hadapan host Michelle Sabda, Ida Himawati menggambarkan bagaimana Kabusyi lahir dari keresahan sederhana anak yang susah makan.
Sang ibu mencoba membuat camilan dengan bahan premium, teknik memasak yang diperhatikan betul, dan keteguhan untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda.
Ida menuturkan, “Proses memasak dilakukan dengan hati-hati secara maksimal. Dari rasa dan tampilan yang berbeda itulah banyak teman putra saya kemudian ikut menyukainya.”
Dari dapur, rasa cinta itu menyebar ke rumah tetangga, lalu berkembang menjadi UMKM dengan pelanggan yang kembali karena kualitas dan konsistensinya.
Kabusyi pun tumbuh tanpa meninggalkan prinsip: menjaga mutu premium, harga bersahabat, serta inovasi yang tak pernah berhenti. Setiap kreasi baru melewati proses uji coba yang panjang hingga dianggap layak dipasarkan.
Panggung Publik untuk Perempuan Penggerak Ekonomi
Melalui tayangan PRIGEL, Kabusyi bukan hanya memperkenalkan produknya, tetapi menghadirkan inspirasi nyata tentang bagaimana UMKM perempuan bisa bertahan lama bahkan terus berkembang berkat keuletan dan keberanian untuk terus belajar.
Ida menambahkan: “Jangan mudah putus asa saat menciptakan menu baru. Semua butuh proses, trial, dan keberanian untuk mencoba lagi.”
Dukungan GOW dan RRI membuat langkah Kabusyi semakin luas. Program PRIGEL memang diinisiasi sebagai ruang bagi UMKM perempuan agar suaranya terdengar, produknya dikenal, dan kisahnya menggerakkan semakin banyak perempuan untuk berani memulai bisnis.
Kini, setelah 15 tahun, Kabusyi bukan hanya label camilan. Ia menjadi simbol tentang bagaimana cinta seorang ibu bisa berubah menjadi kekuatan ekonomi, membawa inspirasi bagi banyak keluarga dan perempuan Semarang.