Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Dari DAD ke Indonesia Emas: Cara IMM Menyiapkan Generasi Z Ambil Peran

22 Desember 2025, 18:07 WIB 2 menit baca
stadium general

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org — Indonesia Emas 2045 bukanlah mimpi yang jatuh dari langit. Ia disusun pelan-pelan, lewat pilihan sikap, cara berpikir, dan keberanian generasi mudanya hari ini. Kesadaran inilah yang terasa kuat dalam Studium Generale pembukaan Darul Arqom Dasar (DAD) 2025 yang digelar PK IMM Al-Khawarizmi.

Forum ini tidak sekadar membuka agenda kaderisasi, tetapi menjadi ruang refleksi bersama bagi generasi Z IMM: tentang siapa mereka hari ini, dan peran apa yang siap mereka ambil untuk Indonesia di masa depan. Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, mahasiswa diajak melihat diri bukan sebagai penonton, melainkan calon aktor perubahan.

Gen Z dan Tanggung Jawab Indonesia Emas

Dalam forum tersebut, ditegaskan bahwa kontribusi bagi bangsa tidak harus menunggu mapan atau memegang jabatan strategis. Justru, langkah awal dimulai dari kesadaran diri, pembentukan karakter, dan kesiapan mental sejak dini.

Melalui isu peran strategis generasi Z, peserta didorong untuk menanamkan nilai religiusitas, intelektualitas, dan humanitas sebagai fondasi utama.

Ketiganya dinilai menjadi bekal penting agar generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka secara sosial dan matang secara moral.

Hadirnya Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, M. Rizqi Iskandar Muda, memberikan perspektif yang kontekstual. Pengalaman langsung di dunia kebijakan publik membuka cakrawala peserta bahwa politik, pembangunan, dan dunia mahasiswa sejatinya saling terhubung.

Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki ruang luas untuk terlibat aktif dalam proses perubahan, bukan hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai bagian dari pengambil keputusan di masa depan.

“Sebagai kader IMM sekaligus bagian dari generasi Z, kita harus membangun rasa percaya diri untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju,” ujar M. Rizqi Iskandar Muda

Kaderisasi sebagai Jalan Menjadi Agen Perubahan

Studium Generale ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wakil Rektor II ITESA Muhammadiyah Semarang, Ibu Laelatul Khikmah, serta perwakilan pimpinan organisasi mahasiswa lainnya.

Dukungan ini menandai bahwa ruang tumbuh bagi generasi muda sebenarnya telah tersedia tinggal bagaimana dimanfaatkan secara optimal.

Perpaduan antara nilai ideologis IMM dan pengalaman praktis narasumber membuat forum ini tidak berhenti pada wacana.

Para peserta diajak memandang DAD 2025 bukan sekadar tahapan formal kaderisasi, melainkan proses awal membangun karakter pemimpin masa depan yang berintegritas.

Dengan semangat baru, para kader IMM Al-Khawarizmi melangkah ke DAD 2025 membawa tekad untuk menjadi bagian dari solusi dan agen perubahan bagi Indonesia yang lebih baik.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: