Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ketulusan Tutik dan Nyaris Setengah Milyar Donasi Bencana Sumatera Warga Semarang Lewat Lazismu

23 Desember 2025, 15:26 WIB 3 menit baca
Inovasi lazismu untuk memudahkan donasi bencana sumatera via QRIS

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org Di bawah langit Semarang yang mulai menyengat, Tutik , seorang perempuan paruh baya, berdiri mematung di pinggir aspal halaman Balai Kota. Napasnya masih menderu pendek usai menempuh rute jalan sehat. Tangannya yang tampak kasar karena usia, merogoh saku gamis dengan penuh hati-hati, mengeluarkan beberapa lembar uang kertas yang sudah terlipat sangat rapi.

Dengan jemari yang sedikit gemetar, warga Ngaliyan ini memasukkan uang tersebut ke dalam kotak tembus pandang berbahan fiberglass yang dibawa relawan sebagai bentuk nyata donasi bencana Sumatera.

Momen emosional ini menjadi bagian dari aksi solidaritas Lazismu Semarang yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp 434 juta di sela perhelatan Milad Muhammadiyah ke-113, Ahad (21/12/2025). Penggalangan dana ini dilakukan melalui kombinasi cara konvensional dan inovasi QRIS untuk mempercepat penyaluran bantuan.

Suasana di sekitar begitu riuh; suara musik pengiring jalan sehat berdentum, berbaur dengan aroma minyak kayu putih yang samar dari barisan peserta. Namun, bagi Tutik, ada ruang sunyi yang tercipta saat lembaran rupiahnya terjatuh ke dalam kotak.

“Walaupun tidak seberapa, saya coba melakukan sedikit kebajikan untuk meregangkan beban saudara kita di Sumatera. Mungkin kalau dibandingkan penderitaan mereka, saya tidak ada seujung kuku, tapi saya lakukan sebisa saya,” ucap Tutik dengan suara parau yang sarat empati.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. Fachrur Rozi, M.Ag., menegaskan bahwa spiritualitas warga harus tetap bergerak peduli meski di tengah perayaan. Ia mengapresiasi kedermawanan warga yang sangat tinggi dalam mendukung donasi bencana Sumatera.

“Kegiatan ini adalah aksi nyata. Kami memfasilitasi donasi secara praktis melalui inovasi QRIS agar transparansi dan kecepatan penyaluran bantuan dapat terjaga,” jelas Fachrur Rozi.

Langkah digital “jemput bola” oleh 20 relawan ini terbukti efektif. Dari total Rp 434 juta yang terkumpul, sebanyak Rp 27 juta berasal dari donasi spontan di lokasi, sementara Rp 407 juta merupakan hasil penggalangan Lazismu Semarang sejak awal Desember.

Komitmen Jangka Panjang Muhammadiyah

Manajer Lazismu Kota Semarang, Thomi Setiawan, menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan ini adalah bagian dari gerakan nasional One Muhammadiyah One Response (OMOR). Hingga saat ini, Muhammadiyah telah menyalurkan bantuan total senilai Rp 7,5 miliar yang menyasar lebih dari 14.381 penyintas di Sumatera melalui sinergi MDMC dan Lazismu.

Bantuan tersebut tidak hanya berhenti pada logistik makanan dan kebutuhan pokok, tetapi mencakup pelayanan kesehatan melalui Emergency Medical Team (EMT), pendampingan psikososial, dan pendidikan darurat.

Thomi memaparkan bahwa rencana pemulihan akan dibagi dalam tiga fase: Tanggap Darurat (hingga awal Januari 2026), Fase Transisi dan Pemulihan (Januari-Februari), serta Fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dijadwalkan berlangsung hingga Juni 2026.

“Kami hadir di lapangan melalui Emergency Medical Team (EMT) dan pendampingan psikososial. Kehadiran warga Semarang melalui donasi ini sangat berarti untuk memastikan saudara-saudara kita bisa bangkit kembali,” pungkas Thomi.

Baca juga:

Cara Unik Lazismu Semarang Galang Donasi Banjir Muhammadiyah di Sela Jalan Sehat Milad ke-113

Kontributor: Riyo Zakaria, Lukmanul Hakim
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: