Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bukan Hanya menggugurkan Kewajiban, Inilah Hakikat Sholat Jumat Sejati

6 Januari 2026, 17:05 WIB 2 menit baca
Bukan Hanya menggugurkan Kewajiban, Inilah Hakikat Sholat Jumat Sejati

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org– Keutamaan Sholat Jumat terletak pada keberanian kita memprioritaskan perintah Allah di tengah hiruk-pikuk aktivitas perniagaan, hal tersebut di sampaikan oleh Ustadz Djajuli sebagai khatib. 

Ustadz Djajuli menaiki mimbar Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang pada Jumat (2/1) siang. Di hadapan ratusan jamaah, Anggota PDM Kota Semarang ini langsung menyoroti pentingnya meluruskan niat dalam beribadah.

khatib mengajak jamaah agar tidak menjadikan kehadiran di masjid hanya sebagai rutinitas penggugur kewajiban. Sebaliknya, Djajuli menekankan bahwa setiap Muslim harus memetik Keutamaan Sholat Jumat untuk mengatur ulang arah hidupnya.

Mengunci Fokus pada Panggilan Langit

Djajuli memulai khutbah dengan mengupas Surat Al-Jumu’ah ayat 9. Ayat tersebut secara tegas memerintahkan orang beriman menghentikan segala transaksi jual beli ketika adzan berkumandang.

Sosok ini menilai kepatuhan meninggalkan pekerjaan demi sujud berjamaah sebagai bukti nyata ketaatan seorang hamba. Ibadah ini menjadi momen krusial untuk membuktikan bahwa Allah menempati posisi tertinggi dalam hati setiap Muslim.

“Sholat Jumat adalah momentum penting untuk meneguhkan kembali orientasi hidup seorang muslim. Ketika adzan dikumandangkan, umat diajak untuk mendahulukan perintah Allah di atas seluruh urusan dunia,” tegas Djajuli dalam penyampaiannya.

Gerakan Fastabiqul Khairat dalam Keseharian

Selain urusan ritual, sang khatib membedah konsep Fastabiqul Khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Djajuli ingin Keutamaan Sholat Jumat memberikan dampak nyata pada perilaku sosial jamaah setelah keluar dari masjid.

Tokoh Muhammadiyah ini menjelaskan bahwa materi khutbah harus berfungsi sebagai kompas moral. Tujuannya, jamaah mampu menghadapi tantangan hidup dengan cara-cara yang sesuai dengan nilai Islam Berkemajuan.

“Melalui khutbah Jumat, jamaah memperoleh pencerahan keagamaan yang menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek ibadah, sosial, maupun kemasyarakatan,” jelas sang khatib.

Dakwah Nyata di dalam Masjid

Untuk memperkuat fungsi masjid, pengurus Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang menjalankan Program Jumat Berkah. Mereka mengajak jamaah menyalurkan infak terbaik sebagai bentuk nyata kepedulian sosial kepada sesama.

Langkah ini menunjukkan bahwa masjid berfungsi sebagai pusat pemberdayaan umat, bukan sekadar tempat sholat. Djajuli menaruh harapan besar agar pencerahan dari mimbar langsung berlanjut menjadi aksi sosial yang menyentuh masyarakat luas.

“Khutbah Jumat merupakan instrumen dakwah yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman yang mencerahkan dan membangun,” tambah orator ini menutup keterangannya.

Menghidupkan Keutamaan Sholat Jumat berarti membawa semangat perubahan ke rumah, pasar, hingga kantor. Komitmen mendahulukan Allah membuat setiap langkah hidup terasa lebih terarah dan penuh berkah.

Baca juga : Bukan Sekadar Ibadah, Masjid Unggulan Muhammadiyah di Semarang Wajib Ramah Anak & Difabel,Rahasia Keseimbangan Spiritual: Saat Ilmu Syaraf Bertemu Iman

Kontributor: Halim
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: