Belajar Bahasa Inggris di Masjid Kini Lebih Menyenangkan
BANYUMANIK, muhammadiyahsemarangkota.org– Menghadirkan warna baru dalam kurikulum pengabdian, kegiatan belajar bahasa Inggris di Masjid At-Taqwa Nurul Firdaus kini memanfaatkan video animasi pembelajaran. Hal ini untuk mempermudah santri memahami bahasa internasional.
Rona antusiasme terpancar dari wajah belasan santri di Banyumanik saat deretan gambar buah dan hewan warna-warni muncul di layar. Alih-alih merasa bosan, anak-anak ini justru berebut menjawab kuis kosakata dalam kegiatan yang kelompok mahasiswi PBI UNIMUS inisiasi, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB ini membuktikan bahwa edukasi masjid bisa menjadi pusat literasi yang menyenangkan. Fokus utama program tersebut adalah mengenalkan kosakata bahasa Inggris anak melalui media visual yang adaptif dan mudah mereka pahami.
Belajar Bahasa Inggris Interaktif di Lingkungan Religi
Kelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNIMUS angkatan 2024 secara sadar memilih metode audio-visual untuk memecah kekakuan belajar. Laila Indana Zulfa, selaku ketua pelaksana, bersama tiga rekannya mengemas seluruh materi ke dalam bentuk video animasi pembelajaran yang menarik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar bahasa Inggris itu tidak sulit. Berkat bantuan visual video animasi, daya ingat anak-anak terhadap kosakata baru meningkat secara signifikan daripada metode ceramah biasa,” ungkap Ketua Pelaksana, Laila Indana Zulfa.
Sebelum masuk ke materi bahasa, para mahasiswa juga turut mendampingi para santri untuk memperlancar bacaan Al-Qur’an dan Iqra. Langkah tersebut bertujuan untuk menjaga keselarasan antara pendidikan formal dan nilai-nilai keagamaan dalam bingkai edukasi masjid.
Implementasi Tugas Akhir yang Berdampak
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas akhir mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Sebanyak 17 santri terlibat aktif, mulai dari sesi ice breaking hingga kuis interaktif yang penuh tawa bersama para mahasiswa.
Melalui metode belajar interaktif yang mahasiswi PBI UNIMUS usung, program pengabdian masyarakat ini memberikan pengalaman nyata bagi calon pendidik dalam berinteraksi dengan warga. Oleh karena itu, pendekatan yang ceria ini memastikan bahwa belajar bahasa Inggris tetap menjadi kegiatan yang sangat santri minati di wilayah Banyumanik.
Baca juga:
Strategi Belajar Al Quran Lansia di Semarang: Khatam 4 Kali Setahun Lewat Metode 2T