Resep Kebahagiaan Sejati dalam Islam: Ubah Lelah Jadi Lillah Lewat Sujud
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org– Meraih kebahagiaan sejati dalam Islam ternyata bisa dimulai dari atas sajadah. Syaratnya, kita perlu memahami makna sholat khusyuk sebagai sarana dialog intim dengan Allah. Ibadah yang tulus bukan sekadar menggugurkan kewajiban rutin, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk menjemput kedamaian jiwa.
Suasana tenang menyelimuti Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang pada Ahad pagi (11/1/2026). Para jamaah hadir untuk mendalami hakikat ibadah orang beriman bersama Ustad Gunarto dalam Pengajian Ahad Pagi. Beliau menekankan bahwa sholat adalah kebutuhan mendasar bagi manusia yang sering merasa lelah menghadapi urusan dunia.
Menemukan Kedamaian Melalui Sujud
Ustad Gunarto menjelaskan bahwa sholat merupakan cara mendapatkan ketenangan batin yang paling efektif. Beliau menceritakan bagaimana Rasulullah SAW selalu menjadikan sholat sebagai tempat peristirahatan terbaik. Hal ini membuktikan bahwa manfaat sholat bagi kesehatan mental sangat besar karena mampu mengurai kegelisahan hati secara mendalam.
“Seluruh makhluk, termasuk manusia, bergantung sepenuhnya kepada Allah. Kemuliaan dan keselamatan hanya akan kita peroleh jika kita beriman serta taat kepada-Nya melalui ibadah yang benar,” tegas Ustad Gunarto di depan jamaah.
Selain itu, beliau menambahkan bahwa pemahaman tentang makna sholat khusyuk akan mengubah rasa lelah menjadi lillah. Saat seorang hamba bersujud, ia sedang melepaskan semua ego dan beban duniawinya di hadapan Sang Pencipta. Kondisi pasrah inilah yang justru memberikan kekuatan baru bagi jiwa.
Tips Praktis untuk Ibadah yang Berkualitas
Selanjutnya, beliau membagikan beberapa tips sholat khusyuk dan tenang agar jamaah merasakan dampak nyata. Beliau menyarankan agar setiap mukmin meresapi setiap kalimat dalam bacaan sholat sebagai doa pribadi yang jujur. Fokus pada makna bacaan akan mencegah pikiran melayang ke urusan duniawi saat sedang beribadah.
“Saat berdiri dalam sholat, hamba berdialog dengan Allah. Saat rukuk dan sujud, ia merendahkan diri sepenuh jiwa. Dan saat duduk, ia memohon rahmat, ampunan, serta keselamatan,” ungkapnya dengan nada menyejukkan.
Kemudian, beliau mengutip Tafsir At-Tanwir Muhammadiyah mengenai tujuan hidup manusia yang menyeluruh. Sholat yang benar tidak hanya menyelamatkan kita di akhirat, tetapi juga menciptakan kesejahteraan etis di dunia. Dengan demikian, ibadah ini menjadi fondasi kuat untuk membangun karakter yang tangguh dan penuh kasih sayang.
Menjemput Kebahagiaan yang Sesungguhnya
Pengajian ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan terletak pada kedekatan hamba dengan Sang Khalik. Ustad Gunarto berpesan agar jamaah tidak lagi memandang sholat sebagai beban yang berat. Sebaliknya, jadikan ibadah ini sebagai anugerah yang mendatangkan keselamatan hidup.
“Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi rahmat Allah yang mengantarkan manusia menuju kedamaian jiwa dan kebahagiaan sejati. Inilah makna seruan adzan: hayya ‘alash-sholah, hayya ‘alal-falah,” pungkasnya menutup tausiyah.
Kesadaran akan makna sholat khusyuk pada akhirnya akan membuat ketenangan tersebut mengalir ke dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, mari jadikan setiap sujud sebagai ruang untuk pulang dan mengisi ulang energi spiritual. Dengan hati yang tenang, setiap tantangan hidup akan terasa lebih ringan untuk kita lalui.
Baca juga :
Awas Jadi Orang Bangkrut di Akhirat: Rajin Sholat Tapi Masuk Neraka, Kok Bisa?