Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Mencari Sosok Guru Ideal, Rahasia di Balik Mutu Pendidikan Unggul

13 Januari 2026, 13:33 WIB 2 menit baca
Para peserta seleksi calon Guru Tidak Tetap (GTT) dan Karyawan Tidak Tetap (KTT) sedang mengerjakan tes tertulis berbasis digital di kantor Majelis Dikdasmen PDM Kota Semarang.
Serius dan Fokus: Suasana seleksi calon guru dan karyawan yang mengutamakan profesionalitas serta integritas untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah Muhammadiyah di Kota Semarang

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Kualitas pendidikan sebuah sekolah sangat bergantung pada sosok guru dan karyawannya. Oleh karena itu, penjaringan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama untuk membangun ekosistem belajar unggul. Keseriusan ini terlihat saat puluhan peserta berkumpul untuk mengikuti seleksi ketat pada Senin (12/1/2026).

Sebanyak 30 peserta bersaing mengisi posisi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Karyawan Tidak Tetap (KTT). Awalnya, rekrutmen ini bertujuan menutup kebutuhan tenaga pendidik di sekolah berbasis Islam. Namun, agenda ini juga menjadi langkah strategis menjaring sosok yang kompeten dan memiliki integritas tinggi.

Uji Kompetensi Lewat Teknologi dan Wawancara Mendalam

Selanjutnya, para peserta menjalani serangkaian tahapan tes yang sangat komprehensif. Panitia memulai proses sejak pukul 08.30 WIB dengan ujian tertulis dan praktik komputer.

Tes praktik ini bertujuan menguji kecakapan teknologi setiap calon tenaga pendidik.

Bahkan, sesi wawancara menjadi bagian paling menentukan bagi seluruh peserta. Tahap ini menggali pemahaman mendalam tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Majelis Dikdasmen & PNF PDM Kota Semarang menegaskan bahwa kecakapan teknis harus sejalan dengan loyalitas persyarikatan. Maka dari itu, panitia memprioritaskan transparansi agar menghasilkan SDM yang benar-benar berkualitas.

Misi Melahirkan Pendidik Berkarakter Unggul

Kemudian, rekrutmen ini membawa harapan besar bagi peningkatan mutu pendidikan di Semarang. Penyelenggara ingin memastikan setiap calon memiliki akhlak baik sebagai teladan siswa.

Sebab, sekolah adalah wadah untuk menguatkan karakter Islami generasi mendatang.

“Kegiatan ini bertujuan menjaring pengajar kompeten sekaligus memastikan calon memiliki komitmen dakwah yang kuat,” ungkap perwakilan penyelenggara.

Akhirnya, seleksi ini diharapkan melahirkan staf yang mampu memberikan pelayanan terbaik. Harapannya, mereka menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah.

Dunia pendidikan terus berkembang sehingga kebutuhan SDM adaptif menjadi mutlak.

Melalui langkah nyata ini, kualitas pembelajaran akan berjalan beriringan dengan nilai-nilai Islam. Selamat berjuang bagi para peserta menuju dedikasi mulia.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: