Cuma Fatamorgana? Rahasia Nikmat Dunia vs Akhirat yang Jarang Disadari!
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Pernahkah Sahabat merasa bahwa mengejar kebahagiaan di dunia seolah tidak pernah ada habisnya? Padahal, segala kemewahan yang kita genggam saat ini hanyalah titipan sementara. Hal inilah yang menjadi pemantik diskusi spiritual dalam ibadah Sholat Jumat di Masjid Hadiil Amin, Candisari, pada Jumat (16/01/2026). Melalui tema perbandingan nikmat dunia dan akhirat, jamaah diajak merenungi kembali orientasi hidup di tengah derasnya arus modernisasi.
Ustadz Amiril Edi Pranomo, S.HI., M.H., yang hadir sebagai khatib, memberikan perspektif yang sangat mencerahkan. Sosok pembina rohani di RS Roemani Semarang ini menegaskan bahwa dunia bukanlah tempat pemberhentian akhir. Oleh karena itu, setiap nikmat yang kita terima seharusnya menjadi kendaraan untuk menjemput ridha Tuhan, bukan justru menjadi penghalang yang melalaikan.
Dunia Sebagai Ladang, Akhirat Sebagai Masa Panen
Selanjutnya, pakar hukum Islam ini mengajak kita untuk lebih bijak dalam melihat fasilitas duniawi. Beliau mengibaratkan kehidupan saat ini sebagai sarana untuk menanam kebaikan.
Bahkan, narasumber kondang ini mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak harta yang terkumpul, melainkan dari seberapa besar manfaatnya bagi sesama.
Maka dari itu, menata niat dalam setiap aktivitas harian menjadi kunci agar kita tidak terjebak dalam ambisi yang semu.
“Kita ingin jamaah semakin bijak memanfaatkan nikmat dunia tanpa melupakan orientasi akhirat,” ungkap salah satu pengurus masjid yang turut membersamai kegiatan tersebut.
Selain itu, suasana khutbah yang berlangsung sejak pukul 11.45 WIB ini berhasil menyedot perhatian jamaah dari berbagai wilayah di Kota Semarang.
Antusiasme ini menunjukkan bahwa masyarakat masih sangat haus akan asupan rohani yang mampu menyeimbangkan kesehatan mental dan iman.
Meningkatkan Kualitas Iman di Tengah Kesibukan Kota
Kemudian, pelaksanaan ibadah di Masjid Hadiil Amin ini sekaligus membuktikan perannya sebagai pusat pembinaan umat yang konsisten.
Dampaknya, jamaah tidak hanya sebatas menggugurkan kewajiban sholat, tetapi pulang membawa bekal spiritual untuk menghadapi tantangan hidup.
Ternyata, pengingat tentang akhirat justru membuat seseorang menjadi lebih tenang dan tidak mudah stres saat menghadapi dinamika dunia yang serba cepat.
Dalam pertemuan Jumat kali ini menyisipkan pesan mendalam bahwa kebahagiaan akhirat adalah hasil dari investasi amal di dunia.
Ustadz Amiril menutup sesinya dengan ajakan untuk terus memperbaiki diri dan tidak terlena dengan “panggung” dunia yang sementara.
Mari Sahabat, kita jadikan setiap detik di dunia ini sebagai langkah nyata menuju kemuliaan yang abadi di sisi-Nya.