Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tarjih 5 menit baca

Panduan Lengkap Bacaan Tahiyat Awal Sesuai Sunnah Rasulullah

Drs. H. Danusiri, M.Ag.

Komisi Dakwah MUI Kota Semarang, Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan Unimus

Panduan Lengkap Bacaan Tahiyat Awal Sesuai Sunnah Rasulullah
Gambaran posisi duduk yang benar saat membaca tahiyat awal (iftirash) dalam shalat, sebagaimana dicontohkan oleh seorang jamaah pria di sebuah masjid yang tenang.

Kita masih sering menjumpai imam shalat yang duduk attahiyyat terlalu cepat. Akibatnya, imam tidak mungkin menyelesaikan lafal attahiyyat secara keseluruhan menurut petunjuk Nabi. Padahal, kesempurnaan bacaan tahiyat awal sangat menentukan sah atau tidaknya sebuah ibadah. Oleh karena itu, kita wajib memperhatikan tata cara shalat secara teliti. Tulisan ini menyajikan panduan komplit yang mengalir lancar bagi kita.

Panduan lengkap bacaan tahiyat awal ini merujuk secara utuh pada pedoman resmi persyarikatan. Kita bisa menemukannya dalam Keputusan Tarjih Muhammadiyah nomor 321/KEP/1.0/B/2017 tentang Tanfidz Keputusan Musyawarah Nasional Tarjih XXIX mengenai Tuntunan Shalat, tertanggal 26 Desember 2017, halaman 252 sd 256. Pedoman ini mengurutkan bacaan tasyahud, shalawat, dan doa secara terstruktur.

Kewajiban Mengikuti Keteladanan Nabi

Kita harus senantiasa berpedoman pada keteladanan Nabi Muhammad SAW. Orang beriman merespons perintah Nabi dengan sikap sami’nâ watha’nâ, sehingga tidak berani menambah, mengubah, atau mengurangi tuntunan shalat.

Rasulullah sendiri memberikan perintah tegas terkait pelaksanaan ibadah ini. Beliau bersabda dalam sebuah hadis yang memerintahkan kita mengikuti cara beliau shalat.

عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي رَوَاهُ البُخَارِيُّ

(Dari Malik bin al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Shalatlah kalian (dengan cara) sebagaimana kalian melihatku shalat – HR Bukhari: 595).

Tata Urutan Bacaan Tahiyat Awal

Rangkaian tata urutan bacaan shalat dimulai dengan tasyahud. Kita wajib membaca lafal tasyahud ini secara utuh. Berikut adalah teks tasyahud yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Setelah menyelesaikan tasyahud, kita langsung menyambungnya dengan shalawat. Terdapat sekitar 41 contoh shalawat yang merupakan arahan langsung Rasulullah tanpa tambahan kata sayyidina. Anda dapat membaca lafal shalawat berikut secara perlahan:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

(HR. Bukhari: 3119, Abu Dawud: 830, Malik: 358, Turmuzi: 445, Ibnu Majah: 894, Nasai: 1270, 1271, 1272, 1273, 1274).

Pilihan Doa Penutup Tasyahud

Setelah melafalkan attahiyyat dan bershalawat, imam meneruskannya dengan berdoa. Rasulullah pernah menyatakan seseorang belum shalat apabila belum tuntas membaca tiga unsur tersebut. Lalu beliau membenarkan ibadahnya setelah doanya komplit.

Majelis Tarjih memberikan beberapa doa pilihan bersumber petunjuk Rasulullah saat duduk attahiyyat awal.

Pilihan doa pertama adalah permohonan ampunan dari dosa yang menzalimi diri sendiri. Lafal doa mohon ampunan tersebut berbunyi sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّك أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ 

(HR.Bukhari: 788)

Doa pilihan kedua bertujuan agar kita senantiasa berzikir dan bersyukur kepada Allah. Selain itu, kita memohon agar kualitas ibadah tetap istiqamah. Teks doa pilihan kedua adalah:

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ 

(HR Abu Dawud: 1301, Nasai: 1286, Ahmad: 7641, 21103, 21109, Ibnu Khuzaimah: 750, Ibnu Hibban: 2020, 2021).

Pilihan ketiga merupakan doa memohon ampunan yang memuji ketauhidan Allah secara utuh. Rasulullah merespons doa ini dengan mengulang kalimat “Sungguh Allah mengampuninya” sampai tiga kali. Bacaan agung tersebut adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا اللَّهُ الْأَحَدُ  الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ  كُفُوًا أَحَدٌ ؛ أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي ؛ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ  ، قَالَ : فَقَالَ ﷺ :   قَدْ غُفِرَ لَهُ، قَدْ غُفِرَ لَهُ ، ثَلَاثًا

(HR Abu Dawud: 853, 1276, Nasai: 1284, Ibnu Majah: 3847. Hadis ini shahih).

Sebagai penutup, imam memiliki tanggung jawab besar menyempurnakan ibadahnya. Jangan keliru menjustifikasi bahwa shalawat dan doa sesudah tasyahud sekadar sunnah yang boleh ditinggalkan.

Mari luangkan waktu sejenak untuk melengkapi bacaan tahiyat awal ini dengan tuma’ninah. Dengan demikian, kualitas ibadah kita benar-benar selaras dengan teladan suci Nabi Muhammad SAW.

Editor: Agung S Bakti
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: