Kitab suci memiliki kedudukan yang sangat agung dan mulia bagi umat Islam (QS Qaf: 1). Setiap Muslim yang mengamalkan bacaannya dengan ilmu tajwid yang benar pasti mendapatkan karunia besar. Mengisi waktu luang dengan lantunan ayat suci ini akan mendatangkan pahala kebaikan berlipat ganda dari Allah SWT.
Pada ulasan sebelumnya tentang Keutamaan Al-Qur’an sebagai ideologi dan pedoman hidup, kita telah membahas secara mendalam penerapan firman Allah dalam aksi sosial nyata. Melanjutkan kajian tersebut, artikel bagian kedua ini akan mengupas kedahsyatan pahala bacaan serta syafaat perlindungan kitab suci saat kita menghadapi hari kiamat kelak.
Jutaan Pahala dari Setiap Huruf
Rasulullah Muhammad SAW memberikan jaminan langsung mengenai betapa besarnya keutamaan Al-Qur’an bagi setiap individu Muslim. Beliau menegaskan keistimewaan amalan harian ini melalui sebuah sabda yang indah:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim, itu satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. at-Turmudzi, 2835).
Sebagai gambaran matematis, kita langsung meraih 190 kebaikan saat sekadar melafalkan kalimat basmalah yang memiliki 19 huruf.
Terkait jumlah huruf keseluruhan, Imam Syafi’i telah menghitung bahwa kitab suci ini memuat sekitar 1.027.000 karakter. Oleh karena itu, seorang Muslim yang menuntaskan satu kali khatam akan mendulang sepuluh juta lebih pahala berharga.
Lebih menakjubkan lagi, amalan mulia ini menjanjikan hingga ratusan juta kebaikan apabila kita mengerjakannya secara khusyuk pada bulan suci Ramadan. Kumpulan amal saleh inilah yang nantinya memperberat timbangan kebaikan kita di akhirat agar kita memenangkan hisab (QS Al-Insyiqaq: 7–13, Al-Qari’ah: 6–11).
Syafaat Pembela di Hari Kiamat
Selain mendatangkan pahala berlimpah, keutamaan Al-Qur’an juga menumbuhkan sikap hidup yang sangat optimis (dalam tasawuf disebut ar-ja’). Kita merasa tenang menjalani rutinitas duniawi karena memiliki tabungan amal untuk keselamatan abadi. Keyakinan spiritual ini makin bertambah kokoh saat kita merenungkan janji Rasulullah mengenai syafaat kitab suci:
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ
‘Saya (Umamah al-Bahili) mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Bacalah Alquran, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surat al-Baqarah dan Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah al-Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barakah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir.” Mu’awiyah berkata; Telah sampai (khabar) kepadaku bahwa, al-Bathalah adalah tukang-tukang sihir.’ (Bukahri: 6973, Muslim: 1337).
Keberkahan Rutin Membaca Surah Pilihan
Kita sejatinya bebas merutinkan bacaan surah apa saja untuk memanen fadhilah tersebut. Namun, Rasulullah secara khusus menyoroti keistimewaan Surah Al-Baqarah dan Ali Imran yang menyandang julukan Az-Zahrawain (dua cahaya terang benderang). Memprioritaskan kedua surah agung ini merupakan langkah cerdas karena landasan dalilnya bersumber mutlak dari hadis sahih.
Di sisi lain, kebiasaan baik membaca surah-surah lainnya seperti Surah Yasin secara rutin juga seratus persen mendatangkan tumpukan kebaikan spiritual. Allah SWT sering memperlihatkan keajaiban dan perlindungan-Nya di dunia bagi mereka yang dekat dengan Al-Qur’an.
Sebagai ilustrasi kebesaran Ilahi, sebuah rumah di Sumberwuluh, Lumajang secara menakjubkan selamat dari erupsi dahsyat Gunung Semeru pada Desember 2021 lalu saat lingkungan sekitarnya tertimbun pasir.
Pada akhirnya, mari kita terus membangun budaya gemar membaca ayat suci secara tartil setiap hari. Pemahaman dan pengamalan firman Allah ini pasti menyelamatkan umat dari segala fitnah serta azab di hari perhitungan kelak.
Baca juga:
Keutamaan Al-Qur’an: Menjadikannya Sebagai Ideologi dan Pedoman Hidup (Bagian 1)