Bagi Anda yang sering bepergian, baik untuk urusan kerja, dagang, menuntut ilmu, atau sekadar liburan (traveling), ada satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Amalan ini adalah Shalat Safar, sebuah ibadah ringan yang Insya Allah mendatangkan keberkahan dan ketenangan dalam perjalanan Anda.
Shalat Safar adalah shalat sunnah yang dikerjakan saat seseorang akan bepergian dan atau sekembalinya dari bepergian.
Berikut panduan lengkap Shalat Safar yang disarikan dari buku Tuntunan Shalat-Shalat Tathawwu’ terbitan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Tahun 2015.
Tata Cara Pelaksanaan Shalat Safar
Pelaksanaan Shalat Safar sangatlah mudah. Shalat ini dikerjakan dalam dua waktu yang berbeda:
- Saat Akan Berangkat: Apabila akan berangkat bepergian, seseorang dianjurkan mengerjakan shalat sunnah (Safar) sebanyak 2 rakaat sebelum ia keluar dari rumah atau memulai perjalanannya.
- Saat Telah Kembali: Begitu pula setelah bepergian (kembali ke kampung halaman), ia dianjurkan mengerjakan shalat sunnah (Safar) sebanyak 2 rakaat setibanya di tujuan.
Dalil dan Dasar Hukum Shalat Safar
Tuntunan ibadah ini didasarkan pada beberapa hadits yang shahih, baik untuk keberangkatan maupun kepulangan. - Anjuran Shalat Sebelum Bepergian
Dalil pelaksanaan shalat safar sebelum berangkat didasarkan pada hadits riwayat Ibnu Mas’ud:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اﷲِ ﺻَﻠَّﻰ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳَﻠَّﻢَ، ﻓَﻘَﺎلَ: ﻳَﺎ رَﺳُﻮلَ اﷲِ، إِﻧِّﻲ أُرِﺪُ أَنْ أَﺧْﺮُجَ إِلَى اﻟﺒَﺤْﺮَْﻦِ ﻓِﻲ ﺗِﺠَﺎرَةٍ، ﻓَﻘَﺎلَ رَسُولُ اﷲِ ﺻَﻠَّﻰ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳَﻠَّﻢَ:ﺻَﻞِّ رَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ .
Artinya: “Pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw. dan berkata: ’Hai Rasulullah, saya hendak pergi ke Bahrein untuk urusan dagang’. Lalu Rasulullah menyuruh orang itu: ’Kerjakanlah shalat dua rakaat’.”
- Anjuran Shalat Setelah Pulang dari Bepergian
Sementara itu, anjuran untuk shalat dua rakaat sekembalinya dari perjalanan dikuatkan oleh beberapa hadits, di antaranya:
Hadits riwayat Jabir bin ‘Abdillah:
ﻛُﻨْﺖُ ﻣَﻊَ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳَﻠَّﻢَ ﻓِﻲ ﺳَﻔَﺮٍ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻗَﺪِﻣْﻨَﺎ اْﻤَﺪِﻳﻨَﺔَ ﻗَﺎلَ ﻟِﻲ ادْﺧُﻞْ اْﻤَﺴْﺠِﺪَ ﻓَﺼَﻞِّ رَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ
Artinya: “Pernah aku bersama-sama Rasulullah dalam perjalanan. Lalu setiba kami (kembali) di Madinah beliau berkata: ’Masuklah ke Masjid dan kerjakan shalat dua rakaat’.”
Hadits riwayat Ka’ab bin Malik:
أَنَّ رَسُولَ اﷲِ ﺻَﻠَّﻰ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎنَ ﻻَ ﻳَﻘْﺪَمُ ﻣِﻦْ ﺳَﻔَﺮٍ إِﻻَّ ﻧَﻬَﺎرًا ﻓِﻲ اﻀُّﺤَﻰ ﻓَﺈِذَا ﻗَﺪِمَ ﺑَﺪَأَ ﺑِﺎْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﻓِﻴﻪِ رَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺛُﻢَّ ﺟَﻠَﺲَ ﻓِﻴﻪِ
Artinya: “Bahwa Rasulullah saw. tiada kembali dari suatu perjalanan jauh melainkan diwaktu siang hari menjelang dhuha dan jika ia tiba maka pertama kali ia masuk masjid lalu shalat dua rakaat, baru ia duduk di situ.”
Dengan mengamalkan sunnah ini, semoga perjalanan yang kita lakukan, baik dekat maupun jauh, selalu berada dalam lindungan Allah SWT dan membawa manfaat.
Baca Juga : Panduan Tasawuf Warga Muhammadiyah


