MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG UTARA – Pada hari Selasa (19/09) Pimpinan Daerah Asiyiyah kota Semarang bersama Lazismu Kota Semarang melaksanakan serangkaian acara menandai dicanangkannya gerakan kepedulian masyarakat terhadap stunting. Kegiatan di laksanakan sepanjang pagi hingga siang, bertempat di SD Muhammadiyah 05 dan serambi masjid Attaqwa, Jl. Cumi-cumi, kelurahan Bandarharjo, kecamatan Semarang Utara.
Menghadirkan walikota Semarang, Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu M.Sos., dinas kesehatan kota Semarang dr. Mochamad Abdul Hakam, Sp. PD, dinas kependudukan kota Semarang, Drs. Yudi Hardianto Wibowo, ketua PDM kota Semarang, Drs. H. Fahrurrozi M.Ag., ketua PDA Kota Semarang, Hj. Aminah Kurniasih M.Pd., segenap pimpinan cabang muhammadiyah dan aisyiyah Semarang Utara serta anak-anak stunting dan ibu-ibu hamil.
Staff ahli bidang Ekonomi, Keuangana dan Pembangunan, Yudi Wibowo, mewakili walikota Semarang menyampaikan bahwa kasus stunting merebak akibat kurangnya asupan gizi terhadap balita maupun ibu hamil. Karenanya pemerintah kota berusaha semaksimal mungkin menurunkan angka stunting dengan target zero stunting, dengan kata lain tidak ada lagi bayi lahir kurang dari berat normalnya. Untuk itu dirinya mengapresiasi positif terhadap kegiatan PD Aisyiyah dan Muhammadiyah pada umumnya dalam gerakan kepedulian stunting yang di canangkan hari ini. Selanjutnya Yudi berharap kegiatan ini akan terus berkembang dan makin banyak masyarakat yang peduli terhadap stunting. Dirinya percaya bahwa Muhammadiyah mampu membawa seluruh elemen organisasinya untuk bersama-sama terlibat dalam menembantu pemerintah menyelesaikan masalah stunting ini.
Solusi sementara untuk kasus stunting ini adalah PMT, pemberian makanan tambahan. Dinas Kesehatan Kota Semarang telah melaksanakan pola ini sejak awal. Namun efek penurunan stunting masih kurang sesuai harapan. Oleh karenanya dinas merubah pola penyelesaian stunting dengan membentuk titik-titik pelayanan intensif stunting, dengan istilah daycare. Adalah layanan penitipan anak selama orang tuanya bekerja, mulai jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Dalam rumah penitipan tersebut tersedia pelayanan 2 kali makan, snack dan susu sebagai tindakan PMT. Di lengkapi dengan ruang tidur dan ruang bermain anak. Perkembangan anak asuh selalu di perhatikan dan dicatat untuk monitoring harian. Ahli gizi, dokter, perawat, bahkan dokter jiwa di libatkan dalam penanganan stunting di titik daycare dengan kapasitas 10 anak setiap harinya. Dengan pola ini dipercaya hasilnya lebih efektif dan mempercepat penurunan stunting.
Acara cukup padat dengan menghadirkan tim dokter dari RS Roemani, untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Penyuluhan gizi untuk keluarga stunting dan ibu hamil, oleh puskesmas setempat. Juga penyuluhan kesehatan bagi anak-anak sekolah oleh tim penyuluh Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).
Tidak kalah menarik adalah lomba kreasi makanan bergizi dengan harga terjangkau. Lomba berhadiah ini di ikuti oleh seluruh PCA se kota Semarang. Menghadirkan juri dari prodi Gizi Unimus. Lomba ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi masyarakat bahwa makanan bergizi tidak selalu mahal. Banyak bahan murah pun mempunyai nilai gizi yang memenuhi syarat makanan sehat.
Masih ada satu lagi kegiatan tambahan yang tidak kalah penting mendukung kecukupan gizi keluarga. Adalah kegiatan urban farming, menanam sayuran menggunakan pot-pot dari bahan bekas di sekitar rumah. Tanaman yang mudah tumbuh diantaranya adalah tomat, cabe, sawi, terong dan berbagai jenis kacang.
Acara hari ini telah usai, namun ini semua baru awal langkah besar memulai serangkaian layanan kebaikan dan perbaikan, untuk generasi emas Indonesia. Kita mulai melangkah.. bersama-sama kita selamatkan masa depan generasi emas Indonesia.
Partisipasi anda kami nantikan di nomor WA 0856 4087 3531
Atau segerakan infaq anda di Lazismu melalui rekening BSI 777 888 1785. Serta konfirmasikan transfer anda ke nomor tersebut. Semoga barokah untuk anda semua.
Kontributor : Abdullah Hasan Pardjojo
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara