Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, GAYAMSARI – Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pandean Lamper secara rutin mengadakan kajian yang diperuntukkan bagi staf AUM, pengajar dan masyarakat sekitar pada hari Ahad pada pekan terakhir setiap bulannya. Bertempat di TK ABA 26 Jl. Badak V no 4, Pandean Lamper. Untuk tanggal 30 Januari 2022, kajian tersebut diisi oleh narasumber ustadz Fathurrohman. Beliau saat ini berprofesi sebagai staf pengajar sekolah swasta di kota Semarang. Yang akan menyampaikan tema “Jagalah Hati”

Ustadz Fathurrohman ketika menjadi narasumber di kajian PRM Pandean Lamper

Hati merupakan cerminan dari setiap orang yang memilikinya dalam arti apabila mempunyai hati yang baik, maka cerminannya juga terlihat baik begitu pun sebaliknya jika mempunyai hati yang buruk, maka buruk juga yang terlihat. Pada saat zaman Nabi Muhammad SAW, penyakit hati bisa dihindari dengan cara ajaran yang diberikan oleh Rasulullah SAW. Semua orang rasanya tidak bisa lepas dari penyakit hati dan menjadi hal wajar bagi kehidupan manusia. Ditambah lagi, setiap mausia terlahir dengan sifat kekhilafan saat bersosialisasi.

Sebagaimana firman Allah didalam surat Asy-Syu’ara ayat 87-89 :

وَلَا تُخْزِنِيْ يَوْمَ يُبْعَثُوْنَۙ

87. dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ

88. (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ

89. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

Hati yang terletak di dalam dada sebelah kiri yang dapat menyelamatkan manusia pada hari kebangkitan kelak. Dimana hati yang selamat itu yakni hati yang bersih dari segala noda dosa berupa kemusyrikan, kecintaan terhadap duniawi, sikap pamrih dan kedurhakaan serta kemurnian jiwanya dan memiliki kebagusan i’tiqadnya dalam setiap melakukan kebaikan. Sejak lahir manusia telah membawa fitrahnya masing-masing, berupa keyakinan Tauhid (ke Esaan Allah). Keyakinan tersebut terletak dalam hati setiap manusia. Dimana apabila keyakinan tersebut senantiasa dipelihara sejak dini, maka keyakinan tersebut akan semakin tertanam kuat dalam jiwa seseorang.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

 ” أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ.“ رواه البخاري ومسلم.

“Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

TK ABA 26, Jl. Badak V no 4, Pandean Lamper menjadi tempat berlangsungnya kajian PRM Pandean Lamper

Penyakit Hati Dalam Islam

Penyakit hati di dalam Islam memiliki banyak jenis mulai dari ringan sampai berat dan jenis penyakit hati yang berat dalam Islam akan membuat pelaku bisa memiliki dosa besar sampai dosa yang tidak terampuni oleh Allah SWT. Salah satu contoh dari penyakit hati menurut Islam adalah syirik yang termasuk jenis penyakit hati besar sebab dosanya tidak akan diampuni oleh Allah SWT. Beberapa contoh penyakit hati adalah sebagai berikut :

  1. Iri Hati

Iri hati merupakan sifat yang tidak menyenangi rizki atau rejeki serta nikmat yang diperoleh orang lain sehingga membuat seseorang melakukan berbagai cara untuk menandinginya. Iri hati ada yang diperbolehkan dalam Islam, yakni iri hati untuk perbuatan baik seperti ingin menjadi pintar supaya bisa berbagi ilmu di kemudian hari atau iri dalam memakai harta untuk jalan yang benar.

  1. Dengki

Dengki merupakan sikap yang tidak menyenangi apabila ada seseorang yang memperoleh kebahagiaan sehingga membuat pelaku mencara cara untuk menghilangkan rasa bahagia yang dialami seseorang tersebut. Sifat dengki menjadi sifat yang berbahaya dan tidak ada satu orang pun di dunia yang menyenangi seseorang dengan sikap dengki tersebut.

  1. Hasut

Hasut merupakan sifaft yang selalu melakukan berbagai cara untuk mempengaruhi orang lain supaya marah dengan tujuan untuk memecah belah tali persaudaraan dan akhirnya akan timbul permusuhan serta kebencian antar sesama manusia.

  1. Fitnah

Fitnah merupakan sikap yang dikatakan lebih kejam dari sebuah pembunuhan yakni perbuatan menjelekkan, merusak, menodai, menipu dan juga berbohong pada seseorang untuk menimbulkan permusuhan yang nantinya akan semakin berkembang menjadi tindak kriminal pada orang lain tanpa didasari dengan bukti kuat.

  1. Berburuk Sangka

Berburuk sangka merupakan sikap yang selalu curiga dan berprasangka pada orang lain yang selalu bertindak buruk tanpa didasari dengan bukti jelas atau kuat.

  1. Khianat

Khianat merupakan sikap tak bertanggungjawab atau mangkir dari amanat atau kepercayaan yang diberikan pada orang tersebut. Khianat umumnya dilakukan dengan kebohongan dan obral janji palsu sekaligus menjadi ciri khas dari orang munafik. Seseorang yang melakukan khianat, akan dibenci masyarakat sekitar dan kemungkinan tidak akan di percaya kembali untuk melaksanakan sebuah tanggung jawab kedepannya.

Jamaah yang khusyu mendengarkan tausiah dari ustadz Fathurrohman

Tips Menjaga Hati Dalam Islam

Apabila penyaki hati tidak segera dihilangkan dengan baik, maka dampak buruk akan dihasilakan pada diri sendiri. Beberapa tips untuk menjaga hati di dalam ajaran agama Islam, antara lain:

Bicara terlalu berlebihan akan mengeraskan hati sehingga akan lebih baik untuk bicara seperlunya dan hindari juga seseorang yang terlalu banyak bicara, pembual, tukang bohong, ghibah dan sebagainya. Namun, apabila bicara yang dilakukan adalah tentang kebaikan maka boleh untuk dilakukan seperti contohnya memberikan pelayanan, mengajar atau kegiatan positif lainnya.

Emosi akan membuat seseorang menjadi tidak tenang sehingga harus sangat dihindari supaya tidak menjurus pada dosa dan juga beberapa penyakit hati. Beberapa jenis nafsu yang harus dihilangkan diantaranya adalah nafsu mewujudkan impian, nafsu harta, nafsu seks, nafsu makan, nafsu marah dan sebagainya. Salah satu cara paling tepat untuk menjaga nafsu dan juga emosi adalah dengan berpuasa baik itu puasa sunnah atau puasa wajib Ramadhan

Selalu ingat pada Allah SWT bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti sholat lebih rajin seperti sholat lima waktu, sholat tahajud, sholat dhuha, sholat malam dan juga sholat lainnya. Selain itu perbanyak juga dzikir dan doa, memngaji dan membaca Al Quran yang bisa sangat berguna untuk selalu menjaga hati. Dengan selalu megingat Allah SWT, maka secara otomatis kita akan lebih takut akan Allah SWT apabila kita berbuat disa yang disebabkan penyakit hati atau perbuatan maksiat.

Saat bersosialisasi juga perlu dilakukan dengan baik, yakni berteman dengan orang yang sholeh. Apabila terlalu banyak berteman dengan orang yang tidak menjaga hati, maka hanya akan menimbulkan penyakit dan semakin menjauhkan kita pada Allah SWT. Salah dalam pergaulan juga akan menambah dosa karena perbuatan maksiat yang sudah dilakukan baik secara sengaja atau tidak sengaja.

Kantor Layanan Lazismu Gayamsari di kompleks masjid At-Taqwa Al-Mukaramah

Dukung pengembangan dakwah di Gayamsari melalui :

Kantor Layanan LazisMu
PCM Gayamsari

Zakat
Bank Syariah Indonesia
1021146214

Infaq
Bank Syariah Indonesia
1040367663

Konfirmasi :
CS KL Lazismu Gayamsari    0812 1544 6504
Zubad Ismail                        0822 2076 7183

Penulis : Fathurrohman
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara