Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

10 Hari Terendam Banjir, Ratusan Warga Genuk Mulai Diserang Penyakit

1 November 2025, 00:47 WIB 3 menit baca
10 Hari Terendam Banjir, Ratusan Warga Genuk Mulai Diserang Penyakit
Screenshot

GENUK,muhammadiyahkotasemarang.org – Tim gabungan Muhammadiyah Kota Semarang menggelar layanan pengobatan gratis bagi ratusan warga terdampak banjir di Genuk, Jumat (31/10/2025). Aksi medis ini menjadi respons darurat setelah kawasan tersebut dilaporkan terendam banjir selama 10 hari terakhir, yang menyebabkan kondisi kesehatan warga mulai menurun.

Posko kesehatan yang didirikan di area Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genuk ini merupakan kolaborasi antara Lazismu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), LLHPB PDA Kota Semarang, dan tim medis dari Rumah Sakit Roemani.

“Pengobatan ini ditargetkan menyasar 100 warga korban Genuk, khususnya di Kelurahan Gubang Sari maupun di Kelurahan Bangetayu Bulon,” ujar Thomi Setiawan, Manajer Lazismu Kota Semarang, di lokasi.

Ketua PCM Genuk, Suraji Santoso, membenarkan kondisi kedaruratan di wilayahnya. Menurutnya, layanan kesehatan ini sangat krusial mengingat lamanya warga bertahan di tengah genangan air.

“Bencana banjir di Genuk kurang lebih sampai sekarang ini, Genuk sudah terendam air kurang lebih 10 hari. Pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan setelah warga terdampak banjir begitu lama untuk meringankan beban mereka,” jelas Suraji.

Evakuasi Balita dan Ratusan Sembako Dikerahkan

Layanan medis ini merupakan puncak dari respons tiga hari yang telah dilakukan tim Muhammadiyah. Sejak Rabu (29/10), tim telah menyalurkan bantuan logistik dan melakukan evakuasi. Sebuah kapal karet dikerahkan pada hari pertama untuk mengevakuasi balita dan ibu-ibu di Triwulan.

Thomi Setiawan merinci, hingga hari ketiga, total 125 paket sembako telah dan akan didistribusikan ke tiga kecamatan. “Total ada 86 paket sembako untuk Genuk, dan hari ini kita juga akan melakukan bantuan kepada masyarakat Pedurungan sebanyak 26 dan masyarakat Gayamsari terdampak sekitar 13 orang,” katanya.

Ketua MDMC Kota Semarang, Mustam, menyatakan bantuan ini adalah bentuk simpati dari warga Muhammadiyah melalui Lazismu. Paket sembako yang dibagikan berisi kebutuhan pokok seperti 5 kg beras dan 3 kaleng RendangMu.

Siapkan Aksi Pasca-Banjir, Ajak Masyarakat Berpartisipasi

Meski bantuan logistik dan medis telah disalurkan, Mustam menegaskan tugas belum selesai. Pihaknya telah menyiapkan rencana aksi pasca-banjir yang melibatkan berbagai organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah.

“Setelah banjir kita akan mengadakan bakti sosial untuk membersihkan tempat-tempat umum, seperti tempat ibadah, sekolah, serta rumah lansia. Tim terdiri dari Tapak Suci, HW (Hisbul Wathan), Kokam, dan Pemuda Muhammadiyah,” tegas Mustam.

Pihaknya mengakui bantuan yang ada masih terbatas dan mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi. “Insya Allah MDMC dan Lazismu Kota Semarang akan selalu memantau dan meringankan beban masyarakat. Kami mohon bantuannya lewat layanan Lazismu,” tutupnya.

Salurkan Bantuan Anda
Lazismu Kota Semarang masih membuka donasi bagi masyarakat yang ingin membantu korban terdampak banjir melalui:

Bank Muamalat
No. Rekening: 501 011 8826
a.n. Lazismu Kota Semarang Inter
(Mohon cantumkan kode unik “005” di akhir nominal transfer)

Konfirmasi donasi: 0856-4087-3531

Baca juga :

MDMC Prioritaskan 68 KK Terdampak Parah, Perahu Karet Disiagakan untuk Evakuasi

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: