Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ajaran Rasulullah Soal Pola Hidup Sehat Lebih Dulu Ada dari Sains Modern

14 September 2025, 12:29 WIB 3 menit baca
Tokoh Muhammadiyah Semarang Dr Masrifan Djamil sedang memberikan ceramah pada Pengajian Umum Ahad Pagi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin Ngaliyan.
KIPRAH DAKWAH: Kenangan almarhum Dr. Masrifan Djamil (memegang mikrofon) saat memberikan tausiyah dalam Pengajian Umum Ahad Pagi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin, Ahad (14/9/2025) di Sasana Manunggal Rasa, Ngaliyan, Semarang. Semasa hidupnya, beliau dikenal istiqamah merawat majelis ilmu secara langsung di mimbar maupun ruang digital.

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang kini menjadi standar dunia medis dan kesehatan, ternyata telah dipraktikkan dan diajarkan oleh Rasulullah SAW sejak 15 abad yang lalu. Ajaran tersebut, yang sebagian besar tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadis, menunjukkan relevansi ilmiah yang luar biasa dengan temuan sains modern.

Hal ini terungkap dalam Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin di Ngaliyan pada Ahad (14/9/25). Penceramah Dr. dr. Masrifan Djamil, M.P.H., M.M.R., menjelaskan bagaimana kebiasaan Rasulullah sehari-hari, seperti anjuran mengonsumsi kurma saat berbuka puasa, terbukti memiliki dasar ilmiah yang kuat.

“Rasulullah menganjurkan berbuka puasa dengan tiga butir kurma,” ujar dr. Masrifan. “Ilmu gizi modern menemukan bahwa kurma mengandung nutrisi lengkap namun dengan indeks glikemik rendah. Ini mencegah lonjakan gula darah yang tiba-tiba, membantu mengelola kadar gula, dan memberikan rasa kenyang lebih lama.”

Rasul juga mengajarkan agar umatnya makan dengan duduk bersimpuh dengan kaki kiri dibuat tegak untuk menekan tubuh bagian bawah khususnya lambung. Hal ini, kata Dokter Masrifan, agar orang tidak bisa makan terlalu banyak sehingga memberikan ruang bernafas lebih luas pada tubuh bagian atas yang dipisahkan oleh diafragma.

“Apakah Rasul belajar ilmu anatomi kedokteran, mengetahui soal diafragma?” tanya Dokter Masrifan secara retoris kepada jamaah yang hadir. Tentu saja, Rasul mendapatkan wahyu langsung dari Allah terkait informasi tersebut, terang Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Tengah itu

Menurut dr. Masrifan, meskipun Rasulullah dikenal sebagai sosok yang buta huruf dan tidak mempelajari ilmu kesehatan secara formal, keseharian beliau justru mempraktikkan standar hidup sehat yang saat ini dipromosikan oleh dunia medis. Fenomena ini menunjukkan bahwa akhlak dan ajaran Rasulullah mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan, yang relevan sepanjang zaman.

Kajian yang bertema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat” ini menarik perhatian puluhan jamaah yang ingin memahami kaitan antara ajaran agama dan ilmu pengetahuan modern.

Dokter Masrifan memaparkan berbagai anjuran hidup sehat lainnya dari Rasulullah berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis. Semisal soal anjuran makan dalam surat Al-Baqarah ayat 168 yang artinya: “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu”.

Ayat ini memerintahkan umat Muslim untuk tidak hanya mengonsumsi makanan yang halal saja namun juga thayyib. Yakni makanan yang bersih, bergizi, bermanfaat, tidak membahayakan, dan enak.

Soal kebersihan misalnya, Rasul juga mengajarkan kita untuk selalu membersihkan diri (potong kuku dan rambut, mandi, wudhu, gosok gigi dll), ,membersihkan pakaian, tempat tidur, kamar mandi, tandon air, tempat sepatu dan lain sebagainya.

Lebih dari itu, beliau juga menerapkan pola tidur teratur, yaitu tidur lebih awal dan bangun sebelum subuh, yang sejalan dengan ilmu kesehatan tentang pentingnya jam biologis tubuh untuk menjaga sistem imun dan kesehatan mental.

Ketua PRM Bringin H. Mustain mengatakan, kegiatan pengajian ini merupakan bagian dari agenda rutin PRM untuk memberikan edukasi keagamaan dan umum kepada masyarakat. Pengajian dilakukan dua pekan sekali, yakni setiap Ahad pagi pekan pertama dan Sabtu pagi pekan keempat mulai jam 07:30.

Ia berharap, pengajian dengan penceramah ustad berlatar belakang dunia medis kali ini dapat menginspirasi jamaah untuk mengamalkan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari guna meraih kesehatan fisik dan spiritual.

Kontributor: MPI PR Bringin
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: