Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Amalan Paling Dicintai Allah: Mengapa Harus Istiqamah di Akhir Ramadan?

12 Maret 2026, 05:21 WIB 3 menit baca
Al Ustadz Muhammad Bari'us Salam memberikan ceramah tentang Istiqamah di Akhir Ramadan dari atas mimbar Masjid At-Taqwa Ngaliyan.
Al Ustadz Muhammad Bari'us Salam, S.Pd. saat menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga istiqamah di Masjid At-Taqwa Ngaliyan, Semarang.

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Konsistensi adalah kunci. Pelajari Hadis Amalan yang Dicintai Allah untuk memotivasi diri agar terus Istiqamah di Akhir Ramadan hingga fajar kemenangan tiba.

Bagi sebagian orang, Ramadan mungkin hanya terasa seperti rutinitas menahan haus dan lapar setiap tahun. Namun, suasana di Masjid At-Taqwa Ngaliyan, Semarang, mendadak berubah menjadi sangat emosional saat Al Ustadz Muhammad Bari’us Salam, S.Pd. berdiri di mimbar pada malam ke-21 (11/03/26). Beliau menegaskan bahwa Allah senantiasa membersamai hamba yang sabar. Selain itu, Allah menjanjikan Rahasia Pahala Tanpa Batas bagi siapa saja yang mampu menjaga keteguhan hatinya hingga akhir.

Strategi Spiritual di Garis Finis

Ustadz Bari’us Salam menjelaskan bahwa konsep kesabaran memiliki banyak dimensi. Umat Islam harus menunjukkan Sabar dalam Ketaatan, baik saat menghadapi musibah maupun ketika menahan godaan maksiat. Dalam konteks ibadah, kita mengenal kesabaran ini dengan istilah istiqamah.

Beliau kemudian mengutip Hadis Amalan yang Dicintai Allah untuk mengingatkan jamaah. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah sangat mencintai amalan yang konsisten, meskipun amalan tersebut terlihat ringan atau sedikit. Oleh karena itu, menjaga Istiqamah di Akhir Ramadan menjadi sangat krusial agar ritme ibadah tidak kendor di garis finis.

Melewati Filter Keimanan Ramadan

Lebih lanjut, beliau menyoroti penempatan malam Lailatul Qadar pada 10 hari terakhir sebagai strategi spiritual yang agung. Fase ini berfungsi sebagai Filter Keimanan Ramadan. Allah sengaja memasang “penyaring” alami ini untuk menguji hamba-Nya yang benar-benar mampu menjaga kualitas ibadah.

Momen ini menjadi ajang pembuktian iman terhadap berbagai godaan hawa nafsu. Hanya mereka yang lolos penyaringan inilah yang layak menyandang predikat pemenang pada malam yang lebih mulia dari seribu bulan tersebut. Oleh sebab itu, pemahaman tentang Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan harus menjadi motivasi tambahan bagi setiap Muslim.

Memaksimalkan Iktikaf dan Doa

Umat Islam sebaiknya melakukan persiapan matang untuk menjemput keberkahan tersebut, salah satunya melalui iktikaf. Aktivitas berdiam diri di masjid ini membantu kita meminimalkan gangguan duniawi agar fokus ibadah tetap terjaga. Selama beriktikaf, Al Ustadz Muhammad Bari’us Salam menyarankan jamaah untuk mengisi waktu dengan berbagai Amalan Malam Lailatul Qadar secara intensif.

Jamaah dapat memulai dengan membaca serta meresapi makna ayat-ayat suci Al-Qur’an agar batin semakin tenang. Selanjutnya, pelaksanaan zikir dan salat malam secara khusyuk akan mempererat ikatan batin dengan Sang Pencipta. Beliau juga mengingatkan pentingnya memanjatkan doa pada Waktu Doa Mustajab Ramadan, terutama saat momen sahur dan berbuka yang penuh berkah. Melalui penerapan Tips Istiqamah Ibadah ini, kita berharap setiap detik penantian di masjid menjadi anak tangga yang membawa kita lebih dekat pada ampunan-Nya.

Baca juga :

Esensi Puasa Ramadan: Mengapa Manajemen Jiwa Lebih Penting dari Menahan Lapar?

Bakti pada Orang Tua, Cara Terbaik Mengetuk Pintu Surga di Bulan Suci

Kontributor: Gahthan
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: