SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org– Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara yang telah menewaskan 290 orang dan menyebabkan ratusan lainnya hilang, mendorong Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah bergerak cepat. MDMC Jateng telah merampungkan persiapan akhir untuk memberangkatkan 28 relawan tahap pertama lengkap dengan empat armada khusus guna menembus wilayah Tapanuli yang terisolasi.
Kesiapan tim dimatangkan dalam rapat koordinasi daring yang diselenggarakan LRB-MDMC Jawa Tengah pada Selasa (2/12/25) malam ini. Pertemuan tersebut diikuti oleh 28 relawan yang akan mengisi roaster pertama, bertugas selama dua pekan di lokasi bencana. Tim ini memiliki kualifikasi multidisiplin, terdiri atas tenaga manajemen posko, data dan informasi, logistik, psikososial, serta layanan medis.
Wakil Ketua LRB-MDMC Jawa Tengah, Fathul Faruq, menjelaskan bahwa pengerahan ini merupakan tindak lanjut dari surat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dengan proyeksi penugasan tim dari Jateng selama satu bulan penuh yang dibagi menjadi dua gelombang (roasterlist).
“Relawan dari Jawa Tengah akan berada di Sumut selama satu bulan, dengan pembagian dua roaster. Mereka akan ditempatkan di wilayah Tapanuli Selatan dan diarahkan untuk memberi dukungan layanan di empat daerah, yakni Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Sibolga,” ujar Faruq.
Armada Khusus untuk Akses Medan Sulit
Tim relawan Muhammadiyah Jateng dijadwalkan dilepas secara resmi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah pada Kamis (4/12/25) malam. Rombongan akan langsung bergerak ke Jakarta untuk bergabung dengan tim gabungan dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan DIY, sebelum dilepas oleh PP Muhammadiyah menuju Sumatera Utara.
MDMC Jateng menyadari tantangan medan yang sulit akibat banjir bandang yang terjadi sejak pekan lalu. Untuk memastikan mobilisasi optimal, mereka membawa empat armada khusus: dua unit double cabin, satu ambulans, dan satu motor trail. Kendaraan ini diprioritaskan untuk distribusi logistik dan akses cepat menuju titik terdampak yang sulit dijangkau.
Faruq menekankan bahwa kesiapan peralatan dan sumber daya manusia ini adalah komitmen MDMC untuk bertindak cepat, terutama di fase tanggap darurat ketika kebutuhan masyarakat masih sangat tinggi.
“Kami memastikan relawan siap baik dari sisi kemampuan maupun peralatan. Ini bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam memberikan layanan kemanusiaan secara cepat dan tepat,” tegasnya.
Kolaborasi Logistik dengan Lazismu
Persiapan logistik dan operasional keberangkatan tim telah diperkuat melalui koordinasi dengan Lazismu PWM Jateng pada Senin (1/12/25).
Ketua Lazismu PWM Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, menyampaikan komitmen lembaganya dalam mendukung penuh kebutuhan operasional misi kemanusiaan ini.
“Kami dari Lazismu siap mendukung penuh pemberangkatan tim ini. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam misi kemanusiaan,” kata Dwi, memastikan bahwa kolaborasi ini akan menjamin bantuan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi warga terdampak.
Baca juga:
MDMC Prioritaskan 68 KK Terdampak Parah, Perahu Karet Disiagakan untuk Evakuasi


