Tak Lagi Tebak-Tebakan Atur Napas, Jemaah Ngaji Ini Dapat Mushaf Khusus
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Sorot mata bahagia memancar dari wajah para jemaah Ngaji Tartilan di Masjid At-Taqwa Wates, Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis sore ini. Langkah kaki mereka terasa lebih ringan saat memasuki serambi masjid setelah menerima hadiah istimewa berupa Mushaf Waqaf Ibtida’. Kitab suci khusus ini langsung mengubah suasana belajar tahsin mereka menjadi jauh lebih mudah dan menyenangkan.
Tiga lembaga besar, yakni Gramedia, Dompet Dhuafa, dan Himayah Foundation, berkolaborasi nyata mengalirkan kebaikan ini ke akar rumput. Jemaah pun langsung menggunakan mushaf baru tersebut dalam majelis belajar tahsin Al-Qur’an yang rutin bergulir setiap pekan di bawah bimbingan Ust. Ananto Tri Prasetia. Bantuan ini menjadi jawaban atas kegelisahan jemaah yang sudah istiqamah belajar membaca Al-Qur’an selama dua tahun terakhir.
Takmir Masjid At-Taqwa Wates sekaligus pembimbing ngaji, Ust. Ananto Tri Prasetia, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para donatur. Sambil tersenyum, Ananto menceritakan tantangan terbesar para jemaah selama ini yang sering menebak-nebak tempat berhenti saat membaca ayat yang panjang. Kehadiran mushaf panduan khusus ini otomatis langsung menyelesaikan kendala klasik tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi pemberian mushaf waqaf ibtida’ ini. Selama ini, untuk mengatur di mana berhenti dan memulai bacaan, banyak yang masih dilakukan secara kira-kira oleh kebanyakan pembaca Al-Qur’an. Dengan adanya mushaf ini, jemaah sangat terbantu untuk membaca Al-Qur’an dengan lebih baik,” jelas Ananto penuh syukur.
Dari Etalase Toko Hingga Sampai ke Tangan Jemaah
Di balik senyum sumringah para jemaah, ada cerita kerja sama yang apik di tingkat manajemen pusat hingga lapangan. Program mulia ini berawal dari kepedulian pelanggan Gramedia yang mengumpulkan dan menyumbangkan mushaf Al-Qur’an. Selanjutnya, Dompet Dhuafa Pusat bergerak cepat mengajukan dan memetakan titik pendistribusian agar bantuan ini tepat sasaran.
Sebagai eksekutor di garis depan, Himayah Foundation mengemban tanggung jawab penuh dalam teknis penyerahan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Alur kebaikan yang sistematis ini membuktikan bahwa sinergi antar-lembaga mampu menggerakkan roda syiar Islam secara konkret. Jemaah di pinggiran Kota Semarang kini bisa menikmati fasilitas mengaji yang representatif.
Pertemuan di Kamis sore itu pun menjadi lebih hidup dari biasanya. Jemaah satu per satu mencoba membaca ayat dengan mengikuti tanda panduan waqaf ibtida’ yang berwarna-warni. Suasana kelas tahsin yang biasanya tegang saat mengoreksi panjang pendek bacaan, kini berubah menjadi penuh tawa riang dan semangat baru.
Perwakilan jemaah, Pak Maulana, tidak mampu menyembunyikan rasa harunya saat mendekap mushaf baru tersebut. Pria paruh baya ini berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada para fasilitator program. Bagi jemaah, hadiah ini bukan sekadar buku, melainkan penyemangat jiwa untuk terus mendekatkan diri pada petunjuk langit.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Himayah Foundation, Dompet Dhu’afa, dan Gramedia atas bantuan mushaf Al-Qur’an ini. Mushaf yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan kami dalam belajar tahsin. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dengan pahala yang berlipat ganda,” ungkap Maulana tulus.
Jaga Sifat Huruf Lewat Sentuhan Teknologi Cetak
Program penyaluran mushaf Al-Qur’an ini pada akhirnya sukses menjadi motor penggerak yang mendongkrak motivasi belajar warga Ngaliyan. Majelis ngaji tartilan di Masjid At-Taqwa memang terkenal sangat disiplin dalam mempraktikkan ilmu tajwid. Sang guru selalu memperhatikan dengan detail mulai dari tempat keluarnya huruf (makhraj), hingga tebal tipisnya bacaan jemaah.
Sebelum adanya bantuan ini, jemaah seringkali memutus ayat secara sepihak di tengah jalan karena keterbatasan napas tanpa tahu aturan fikih membaca. Kebiasaan menebak-nebak tempat berhenti tersebut berpotensi mengubah makna mendalam dari ayat suci. Kini, inovasi tata letak teks dalam mushaf waqaf ibtida’ berhasil menyelesaikan kendala klasik tersebut secara instan.
Setiap huruf yang mengalir dari bibir para jemaah kini menjadi investasi pahala abadi yang terus mengalir tanpa putus bagi para donatur. Kolaborasi kemanusiaan ini berhasil membuktikan bahwa perhatian kecil mampu melahirkan dampak spiritual yang besar di masyarakat. Semangat mengaji di sudut Kota Semarang kini kian menyala berkat hadirnya lembaran-lembaran suci yang ramah pembaca.
“Program penyaluran mushaf Al-Qur’an ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus menjadi penguat semangat bagi para jamaah,” pungkas Ananto mengakhiri majelis sore itu.