BikersMu Jawa Tengah Incar 10.000 Anggota: Dakwah Kini Lewat Aspal!
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Siapa bilang dakwah hanya soal mimbar? BikersMu Jawa Tengah kini bertransformasi menjadi kekuatan baru yang siap merangkul ribuan pengendara untuk menebar kebaikan di jalan raya. Melalui pendekatan yang lebih segar, komunitas ini membuktikan bahwa syiar agama bisa mengalir searah dengan hobi otomotif.
Ketua LDK PWM Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PDM Kota Semarang, AM Juma’i, menegaskan komitmennya untuk memperkuat Dakwah Komunitas Muhammadiyah. Saat memimpin rapat koordinasi di Gedung FEB UNIMUS, Jumat (17/4/2026), ia memasang target besar. Ia ingin BikersMu Jawa Tengah mampu menghimpun lebih dari 10.000 anggota dalam waktu dekat.
Konsolidasi Organisasi yang Solid
Guna mencapai target tersebut, organisasi ini bergerak cepat menyusun langkah strategis. Rapat tersebut secara resmi menunjuk Sutarno dari Chapter Sragen sebagai Ketua Tim Formatur Korwil. Selanjutnya, tim ini bertugas menyusun struktur kepengurusan serta mengonsolidasikan seluruh chapter yang tersebar di wilayah Jawa Tengah.
“BikersMu harus menjadi wadah dakwah kreatif. Kita ingin hobi otomotif ini punya nilai ibadah dan manfaat nyata bagi umat,” tegas AM Juma’i.
Selain penguatan internal, Komunitas Motor Muhammadiyah ini juga menyiapkan serangkaian agenda besar. Mereka menjadwalkan Musyawarah Wilayah pada 1 Mei 2026 mendatang. Namun, puncaknya akan terjadi saat pelantikan resmi kepengurusan di Kabupaten Rembang pada akhir Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Milad Muhammadiyah.
Misi Kemanusiaan di Jalur Terpencil
Tak hanya sibuk dengan urusan administratif, para penunggang besi ini siap menggelar Touring Akbar dan Kemah Dakwah pada November 2026. Menariknya, kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul biasa. Panitia merancang rute khusus untuk menyentuh wilayah-wilayah yang secara ekonomi atau akses informasi masih tertinggal.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Syiar Kultural Jateng yang inklusif. Melalui kegiatan ini, para anggota akan menyambangi ranting dan cabang Muhammadiyah di daerah terpencil untuk memberikan dampak sosial nyata. Sosok penggerak asal Semarang itu menekankan bahwa pintu komunitas ini terbuka lebar bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang organisasi maupun agama.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja untuk bergabung. Ini adalah wujud dakwah yang mencerahkan, mencerdaskan, menggerakkan, dan menggembirakan,” ujar AM Juma’i dengan optimis.
Inovasi Dakwah di Era Modern
Kehadiran BikersMu Jawa Tengah menjadi model baru bagi dakwah yang adaptif di tengah masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, mereka mengubah persepsi publik tentang klub motor menjadi gerakan sosial yang produktif. Akhirnya, setiap putaran roda para anggota kini membawa misi mulia untuk menebar manfaat ke seluruh penjuru Jawa Tengah.
Baca juga :
Lawan Masalah Sosial dan Perceraian, Rakornas LDK Muhammadiyah Luncurkan “Mopeni Warrior”
Sapa Lorong Gelap, Ketua PWM Jateng Jadi Tokoh Penggerak Dakwah Terbaik
Bukan Sekadar Teori, Dakwah Inklusif PWM Jateng Jadi Percontohan Nasional