Bukan Hanya Soal Konten, Retorika Dakwah adalah Kunci Leadership Mubaligh
SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org– Kemampuan retorika dakwah yang efektif adalah alat vital yang setara dengan leadership (kepemimpinan) bagi seorang mubaligh. Dakwah saat ini tidak hanya berkutat pada penguasaan konten materi keagamaan, tetapi juga pada kemampuan penyampaian untuk memimpin dan menggerakkan jamaah.
Penegasan penting ini disampaikan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang Dr. Aang Kunaepi. M.Ag. dalam sesi materi Retorika Dakwah pada acara Sekolah Tabligh PDM Kota Semarang, Sabtu (13/12/2025), di Gedung PDM Lantai 5. Acara tersebut dihadiri puluhan calon dan kader mubaligh Muhammadiyah se-Kota Semarang.
Mubaligh Wajib Jadi Pemimpin Opini
Dr. Aang secara eksplisit menyatakan bahwa “Mubaligh harus memiliki leadership” dan harus mampu menjadi pemimpin opini umat.
“Seorang mubaligh adalah pemimpin opini dan pemimpin umat. Retorika yang baik adalah cara seorang pemimpin membangun koneksi, meyakinkan, dan mengarahkan jamaah,” ujar dosen Fakultas Tarbiyah UIN Walisongo itu di hadapan para peserta.
Materi yang disampaikan dalam sesi retorika dakwah efektif ini menekankan pentingnya pengolahan pesan yang ringkas dan mudah dicerna, teknik membangun kepercayaan audiens, hingga penggunaan bahasa tubuh yang secara psikologis mendukung citra kepemimpinan di hadapan publik. Hal ini sejalan dengan tren komunikasi modern yang menuntut kejelasan dan dampak.
Cetak Kader dengan Komunikasi Islam Unggul
Sekolah Tabligh PDM Kota Semarang merupakan program terstruktur yang dirancang untuk mencetak kader mubaligh Muhammadiyah yang unggul, tidak hanya dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga dalam keterampilan komunikasi Islam dan kepemimpinan.
Relevansi materi ini sangat tinggi mengingat tantangan dakwah di era digital, di mana mubaligh bersaing dengan berbagai sumber informasi dan narasi yang cepat. Kemampuan retorika dakwah yang kuat menjadi pembeda utama dalam memengaruhi dan memimpin jamaah di tengah banjir informasi.
Salah seorang peserta mengapresiasi penekanan pada aspek leadership ini. “Pesan dari Dr. Aang ini sangat relevan. Kami diajarkan untuk tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu memimpin dengan hikmah dan retorika yang terstruktur, demi kemajuan dakwah Muhammadiyah di Semarang,” tuturnya.
Sesi ditutup secara interaktif melalui tanya jawab yang hangat, menyoroti urgensi para peserta untuk segera mengaplikasikan ilmu retorika dakwah ini di lapangan dakwah masing-masing.
Baca juga:
Cetak Juru Dakwah Modern: PDM Semarang Gelar Sekolah Tabligh