Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Fasilitasi 200 Tiket Gratis dari Menteri, Nobar “Children of Heaven” Muhammadiyah Tembalang Sukses Menguras Air Mata

2 Juni 2026, 17:06 WIB 3 menit baca
Ratusan penonton dari kalangan anak-anak, remaja, dan orang tua duduk dengan rapi memenuhi deretan kursi bioskop berwarna merah menyala di dalam studio Cinepolis Java Mall Semarang.
Suasana antusias jemaah lintas generasi saat menghadiri nonton bareng film children of heaven di Studio Cinepolis Java Mall Lantai 3 Semarang, Senin (1/6/2026). Kegiatan dakwah kultural ini didukung penuh lewat fasilitasi 200 tiket gratis dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., sebagai sarana edukasi ketahanan keluarga.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Ratusan anak dan orang tua mendadak hanyut dalam suasana haru yang mendalam saat menyaksikan perjuangan sepasang kakak beradik di atas layar lebar. Isak tangis tipis dari para penonton seketika memecah keheningan ruang Studio Cinepolis Java Mall Lantai 3 Semarang pada Senin (1/6/2026) kemarin. Momentum emosional tersebut terjadi dalam agenda nonton bareng (nobar) film legendaris Children of Heaven garapan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tembalang 1.

Gerakan dakwah kultural yang adaptif ini sukses besar berkat dukungan penuh dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Sang menteri memfasilitasi penyediaan 200 tiket gratis agar film Children of Heaven bisa diakses secara luas oleh pelajar dan kader Muhammadiyah. Pemerintah memandang sinema bermutu ini memiliki kekuatan magis dalam menyampaikan pesan moral yang efektif bagi ketahanan keluarga jemaah.

Pelajaran Kasih Sayang Sepasang Sepatu Rusak

Panitia pelaksana sengaja memilih sinema mahakarya sutradara Majid Majidi ini sebagai menu utama. Hal itu karena alur ceritanya menyajikan potret kehidupan yang sangat sederhana namun bermakna. Kisah kejujuran, tanggung jawab, dan rasa syukur di dalam film Children of Heaven sangat menginspirasi. Oleh sebab itu, tayangan ini sangat relevan dengan tantangan pengasuhan anak pada zaman digital.

Kemudian, visualisasi audio yang kuat terbukti mampu mengetuk pintu hati jemaah secara mendalam. Pendekatan visual ini juga jauh lebih membekas daripada metode ceramah konvensional di mimbar. Ketua PCM Tembalang 1 Kota Semarang, M. Nasihin, membenarkan strategi segar tersebut secara langsung. Menurutnya, model syiar keagamaan pada era sekarang memang menuntut inovasi yang lebih berani.

“Kami ingin menjadikan film Children of Heaven sebagai alat dakwah yang memberikan pelajaran berharga kepada anak didik maupun orang tua. Film ini mengajarkan tentang pentingnya kasih sayang, tanggung jawab, empati, kesabaran, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membangun karakter generasi muda dan memperkuat ketahanan keluarga,” ujar M. Nasihin saat memberikan keterangan di lobi bioskop pada Senin (1/6/2026) kemarin.

Ruang Refleksi Pengasuhan Anak Bagi Para Orang Tua

Antusiasme tinggi dari ratusan peserta sudah terlihat memadati area lobi bioskop sejak siang. Bahkan, mereka sudah mengantre beberapa jam sebelum jadwal pemutaran film resmi dimulai. Selain menjadi sarana rekreasi keluarga yang sehat, agenda nobar gratis ini juga membawa berkah. Alhasil, acara ini sukses mempererat tali silaturahmi antarwarga Muhammadiyah di tingkat cabang.

Selanjutnya, banyak orang tua langsung memanfaatkan momen pasca-pemutaran film untuk berkumpul kembali. Mereka membuka ruang diskusi hangat mengenai pola pengasuhan bersama anak-anak mereka di rumah. Keberhasilan penayangan film “Children of Heaven” ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan dakwah modern. Muhammadiyah terbukti mampu menyampaikan nilai spiritual dengan cara yang sangat berkelas dan kekinian.

Oleh karena itu, pengurus cabang berkomitmen untuk terus merancang program kreatif yang serupa. Langkah nyata ini bertujuan untuk memberikan manfaat yang konkret bagi peradaban masyarakat sekitar. Akhirnya, proses pembinaan akhlak generasi muda kini resmi memasuki babak baru yang menyenangkan. Program dakwah persyarikatan sekarang tampil lebih adaptif, menyentuh, dan selaras dengan perkembangan tren zaman.

Bagikan: