Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Cosplay Ala Guru Muhammadiyah: Bukan Sekadar Kostum, Tapi Teladan Perjuangan!

11 November 2025, 22:35 WIB 2 menit baca
Cosplay Ala Guru Muhammadiyah: Bukan Sekadar Kostum, Tapi Teladan Perjuangan!

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Kalau biasanya cosplay identik dengan karakter anime atau film, lain halnya di SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Dalam momen peringatan Hari Pahlawan 2025, para guru dan tenaga kependidikan (tendik) justru memilih “bertransformasi” menjadi pahlawan nasional. Mulai dari Kyai Ahmad Dahlan, RA Kartini, Jenderal Sudirman, hingga Pangeran Diponegoro, mereka tampil total dengan kostum dan peran yang menggugah semangat kebangsaan.

Tak ada suasana kaku seperti upacara biasanya. Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi tawa dan decak kagum para siswa yang menyambut para “pahlawan” berjalan gagah menuju lapangan.

Momen ini bukan sekadar hiburan visual tapi cara kreatif menanamkan nilai perjuangan dan keteladanan lewat seni cosplay.

“Kami ingin Hari Pahlawan tidak sekadar seremonial. Dengan cosplay ini, guru dan siswa bisa merasakan langsung semangat juang para tokoh bangsa, tapi dengan cara yang menyenangkan,” ujar Lukman, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang.

Cosplay yang Mendidik: Belajar Semangat Juang dari Peran

Konsep cosplay ini lahir dari ide sederhana bagaimana menjadikan peringatan Hari Pahlawan terasa lebih hidup dan dekat dengan generasi muda.

Setiap guru tak hanya mengenakan kostum, tapi juga menceritakan kisah dan nilai perjuangan dari tokoh yang mereka perankan.

Dari Kyai Ahmad Dahlan yang menanamkan nilai keikhlasan dan pendidikan, RA Kartini dengan semangat emansipasi, hingga Jenderal Sudirman yang gigih meski dalam kondisi sakit semua kisah itu menghidupkan kembali semangat nasionalisme di hati para siswa.

“Melihat langsung guru jadi tokoh pahlawan rasanya keren banget. Jadi lebih ingat dan pengin meneladani perjuangan mereka,” tutur Aulia, siswi kelas XI Akuntansi.

Semangat Perjuangan yang Dihidupkan Kembali

Peringatan ini diakhiri dengan sesi refleksi dan doa bersama. Seluruh guru dan siswa menundukkan kepala, mengenang jasa para pahlawan yang gugur demi kemerdekaan bangsa.

Salah satu guru bahkan menutup acara dengan pesan yang begitu membekas di hati:

“Dulu pahlawan berjuang dengan bambu runcing, kini kita berjuang dengan ilmu dan karya. Jadilah pahlawan masa kini yang menebar manfaat bagi sesama.”

Dengan cara yang sederhana namun kreatif ini, SMK Muhammadiyah 1 Semarang berhasil mengubah peringatan Hari Pahlawan menjadi pengalaman edukatif yang penuh makna.

Cosplay pahlawan bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk nyata bagaimana nilai perjuangan bisa diwariskan dari guru kepada murid dari generasi ke generasi.

Kontributor: Humas SMK 1 Muhammadiyah
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: