Daftar Lengkap 9 Tokoh Muhammadiyah di Jajaran Pejabat Baru UIN Walisongo 2026
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org– Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang secara resmi menetapkan sembilan kader terbaik dan tokoh Muhammadiyah ke dalam jajaran pimpinan fakultas dan lembaga. Para tokoh ini telah mengikrarkan sumpah jabatan bersama 42 pimpinan kampus lainnya dalam agenda pelantikan resmi pada Kamis (16/4/2026) kemarin.
Pelantikan ini sekaligus menjadi penegas besarnya kontribusi persyarikatan dalam memajukan pendidikan tinggi. Kehadiran sembilan tokoh Muhammadiyah ini membuktikan tingginya kualitas sumber daya manusia unggul dari organisasi tersebut. Tak heran bila kiprah mereka senantiasa menjadi sorotan utama dalam jajaran pejabat kampus Islam percontohan nasional tersebut.
Langkah inklusif kampus ini tak hanya terpusat pada level dekanat. Sebelumnya, kepemimpinan universitas juga mencetak sejarah baru melalui keterwakilan perempuan, di mana rektorat resmi melantik Umul Baroroh sebagai Wakil Rektor UIN Walisongo. Ia tercatat sebagai perempuan pertama dari unsur ‘Aisyiyah yang menduduki posisi puncak tersebut. Kebijakan ini mempertegas komitmen dan rekognisi kampus atas kompetensi mumpuni dari kader persyarikatan.
Fakta Menarik Tokoh Muhammadiyah
Dalam pelantikan pejabat terbaru kali ini, ada fakta menarik yang patut kita garisbawahi. Rektorat kembali menaruh kepercayaan penuh kepada tiga tokoh Muhammadiyah untuk melanjutkan jabatan yang sama pada periode 2026-2030.
Sosok tersebut adalah Sukendar dan Ahmad Furqon yang menjabat kembali sebagai wakil dekan, serta Masrur yang mengomandoi pusat pengabdian. Keputusan ini secara gamblang mencerminkan tingginya kepuasan institusi terhadap rekam jejak kinerja mereka pada periode sebelumnya.
Merespons amanah tersebut, para pimpinan baru langsung menyuarakan komitmen etos kerjanya. “Kita harus bekerja dengan prinsip Ihsan dan tidak sekadar menggugurkan kewajiban semata,” ujar H. Sukendar kepada muhammadiyahsemarangkota.org, Jumat (17/4/26).
Etos kerja inilah yang membuahkan hasil nyata, sebagaimana Moh Masrur rasakan pula. “Amanah ini adalah bukti nyata bahwa pengabdian kita dinilai dari kinerja dan dedikasi berkelanjutan,” tegasnya.
Daftar Sembilan Pimpinan Baru
Secara manajerial, universitas mendistribusikan para tokoh ini ke berbagai pos operasional yang vital. Sebagian besar dari mereka kini mengemban tanggung jawab sebagai wakil dekan di berbagai fakultas.
Berikut adalah daftar lengkap sembilan pimpinan baru tersebut beserta jabatannya:
- Dr. M. Harun, S.Ag, MH (Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum)
- H. Sukendar, MA., PhD (Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin dan Humaniora)
- Dr. Ratno Agriyanto, M.Si., Akt (Kepala Satuan Pengawas Internal)
- Dr. H. Karnadi, M.Pd. (Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan)
- Dr. Siti Prihatiningtyas, M.Pd. (Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi)
- Dr. H. Ahmad Furqon, Lc, MA (Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)
- Moh Masrur, M.Ag (Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat)
- Dr. Wenty Dwi Yuniarti, S.Pd., M.Kom. (Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data)
- Dr. Wening Wihartati, S.Psi, M.Psi. (Wakil Dekan I Fakultas Psikologi dan Kesehatan)
Bekal Pengalaman Organisasi yang Mumpuni
Duduknya para tokoh Muhammadiyah di kursi kepemimpinan kampus ini tak lepas dari rekam jejak mereka yang amat solid di struktur kepengurusan Muhammadiyah. Sukendar, misalnya, saat ini masih aktif memimpin sebagai Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang.
Begitu pula dengan Masrur yang konsisten mengabdi sebagai Sekretaris Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, sekaligus berkiprah di Majelis Wakaf Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngaliyan.
Karnadi juga menorehkan jejak pengabdian yang amat strategis. Ia memegang kendali sebagai Koordinator Bidang Pendidikan Nonformal Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Nonformal PWM Jawa Tengah. Di tingkat nasional, ia merangkap sebagai Tim Penjaminan Mutu Akademik Sekolah/Madrasah pada majelis yang sama di PP Muhammadiyah, sembari tetap memimpin sebagai Ketua PCM Ngaliyan.
Pimpinan lainnya juga menunjukkan kiprah nyata di akar rumput. Siti Prihatiningtyas senantiasa aktif di Lembaga Hukum dan Kebijakan Publik PDM Kota Semarang. Sementara Ahmad Furqon menjadi ujung tombak di Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah pada tingkat kepengurusan yang sama. Demikian pula dengan Harun yang duduk di kepengurusan Majelis Hukum dan HAM PDM Kota Semarang.
Kehadiran tokoh-tokoh ini mewarnai dinamika positif berita Muhammadiyah Semarang sebagai wujud nyata militansi kader. Pada akhirnya, kekayaan pengalaman memimpin umat inilah yang menjadi modal krusial untuk mereka aplikasikan di lingkungan kampus.
Sebagaimana H. Karnadi tekankan tentang esensi jabatannya, “Jabatan wakil dekan merupakan jabatan pembantu menerjemahkan kebijakan dekan untuk keunggulan program fakultas.”
Lewat sinergi yang solid, kehadiran tokoh-tokoh ini diharapkan mampu mengakselerasi kualitas tata kelola kelembagaan pendidikan UIN Walisongo untuk tahun-tahun mendatang.
Baca juga:
Cetak Sejarah Baru, Tokoh Aisyiyah Umul Baroroh Wakil Rektor UIN Walisongo Perempuan Pertama