Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Dahsyat! Dana Kurban Lazismu Semarang Rp6,9 M Topang Pangan Pelosok

11 Juni 2026, 13:51 WIB 3 menit baca
Dua petugas Lazismu Kota Semarang berdiri mendampingi standing banner promosi Gebyar Qurban 1447 H Muhammadiyah Kota Semarang.
Petugas Lazismu Kota Semarang saat menyosialisasikan gerakan aksi sosial kemanusiaan dalam program Gebyar Qurban 1447 H. (Foto: Dok. Lazismu Kota Semarang)

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org Aliran dana kurban Lazismu Semarang kini siap menggerakkan roda ketahanan pangan secara masif pada momen Idul Adha 1447 H. Lonjakan drastis jumlah hewan kurban Semarang ini dihimpun secara terpusat melalui Muhammadiyah Kota Semarang. Langkah strategis tersebut langsung memicu perluasan wilayah distribusi bantuan ke berbagai zona merah kemiskinan.

Berdasarkan laporan berkala per Kamis (11/06/2026), total nominal yang terkumpul secara presisi mencapai Rp6.968.650.000. Dana jumbo tersebut bersumber dari kegotongroyongan 1.843 shohibul qurban serta 102 munfiq RendangMu. Masyarakat mempercayakan amanah besar ini sepenuhnya kepada lembaga zakat tersebut.

Pihak panitia sukses mengonversi seluruh dana tersebut menjadi ratusan hewan ternak siap sembelih. Tercatat ada 243 ekor sapi dan 200 ekor kambing yang menjadi bagian dari syiar keagamaan tahun ini. Seluruh hewan kurban dipastikan memenuhi syarat kelayakan sesuai dengan syariat Islam.

Alokasi Dana Fresh Meat dan Inovasi RendangMu

Manajemen lembaga membagi alokasi dana ke dalam dua skema utama demi memperluas daya jangkau manfaat. Skema pertama merupakan program Kurban Fresh Meat atau distribusi daging segar yang menyerap anggaran sebesar Rp6.343.550.000. Pembagian daging segar ini menyasar warga di lingkungan sekitar kota.

Sementara itu, skema kedua memanfaatkan inovasi teknologi pangan berupa program RendangMu senilai Rp625.100.000. Program pengalengan daging ini dirancang khusus untuk pemenuhan gizi jangka panjang di daerah terpencil. Selain itu, produk awetan tersebut juga dipersiapkan untuk misi kemanusiaan internasional.

Badan Pengurus Harian (BPH) Lazismu Kota Semarang, Agus Alwi Mashuri, S.Sos., M.Kom., menjamin seluruh proses pengelolaan ini berjalan transparan. Ia memastikan proses distribusi logistik bergerak cepat dan akuntabel kepada publik. Pihaknya berkomitmen menjaga kepercayaan yang terus meningkat ini.

Transparansi Anggaran dan Pengelolaan Hewan Kurban

Narasumber kemudian merinci pemanfaatan dana basah yang menjadi pilar utama gerakan sosial tersebut. Pengelolaan dana berskala besar ini membutuhkan ketelitian ekstra agar tidak terjadi kesalahan distribusi. Pihaknya menerapkan sistem pengawasan berlapis selama proses penyembelihan berlangsung.

“Alhamdulillah Lazismu Kota Semarang untuk tahun ini diamanahi untuk mengelola dana kurban basah sebanyak 6,3 miliar, yang itu terdiri dari 1.651 pekurban, yang terbagi menjadi 215 ekor sapi, dan 200 ekor kambing,” ujar Agus Alwi Mashuri.

Selanjutnya, ia memaparkan bahwa sisa dana ekosistem kurban dioptimalkan melalui produk kemasan siap saji. Langkah inovatif ini menjadi solusi cerdas untuk mengatasi penumpuknya daging segar dalam waktu singkat. Model pengetinan ini terbukti efektif memperpanjang masa kedaluwarsa daging kurban.

“Selanjutnya, untuk kurban dalam kemasan yang kami wujudkan menjadi RendangMu, kami diamanahi untuk mengelola dana Rp625 juta yang terdiri dari 192 shahibul kurban. Kemudian ada yang menitipkan kami berupa sedekah daging 162 munfik RendangMu, dan 28 ekor sapi,” lanjutnya.

Menghadirkan Senyum dan Kebahagiaan di Gang Kecil

Pihak Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat. Kepercayaan yang meningkat saban tahun menjadi cambuk bagi lembaga untuk terus meningkatkan keterampilan pelayanan. Mereka berjanji akan selalu memaksimalkan tanggung jawab keagamaan ini.

Ia menegaskan bahwa esensi utama dari ibadah ini adalah merajut kembali simpul persaudaraan antarsesama warga. Kehadiran program ini diharapkan mampu menghapus kesenjangan sosial yang ada. Nilai kemanusiaan harus tetap menjadi prioritas di atas segalanya.

“Setiap hewan kurban yang Bapak/Ibu titipkan kepada kami, bukan hanya sekadar berbagi daging kurban, tapi menghadirkan senyum kebahagiaan bagi mereka yang jarang menikmati hidangan istimewa. Mendatangkan kebahagiaan di gang-gang kecil di rumah-rumah sederhana, dan mengeratkan persaudaraan di antara kita semua,” pungkas Agus Alwi.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: