Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Strategi Lazismu Kota Semarang Sasar Wilayah 3T Pantai Utara

28 Mei 2026, 15:14 WIB 4 menit baca
Aksi Gebyar Qurban 1447 H oleh Lazismu Kota Semarang di wilayah pesisir Mangkang Wetan.
Jajaran pimpinan PDM Kota Semarang dan relawan saat menghadiri pembukaan Gebyar Qurban 1447 H oleh Lazismu Kota Semarang di Mangkang Wetan, Kamis (28/5/2026).

SEMARANG – Sebuah kawasan pesisir di ujung utara yang bertahun-tahun sepi tanpa penyembelihan hewan kurban mendadak riuh oleh kedatangan tim medis dan logistik pangan pada Kamis (28/05/2026). Langkah berani lewat program Lazismu Kota Semarang ini sengaja menyasar kantong kemiskinan ekstrem yang terisolasi. Kawasan terluar tersebut kini menjadi pusat perhatian demi memutus ketimpangan distribusi daging di ibu kota Jawa Tengah.

Misi Kemanusiaan di Wilayah 3T Kota Semarang

Kegiatan sosial berskala besar ini mengusung tema Berbagi Qurban Berbagi Kebahagiaan. Agenda kemanusiaan tersebut berlokasi di sekitar Musala An-Nur, RT 05 / RW 07, Desa Mangunharjo, Mangkang Wetan. Pengurus wilayah sengaja memilih kawasan pesisir ini karena masuk ke dalam peta wilayah tertinggal, terluar, dan terdalam (3T) di Kota Semarang.

Badan Pengurus Harian (BPH) Lazismu Kota Semarang, Agus Alwi Mashuri, S.Sos., M.Kom., memberikan penjelasan mendalam mengenai peta lokasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pemilihan tempat didasari oleh data lapangan yang konkret. Fakta di lapangan menunjukkan minimnya aktivitas penyembelihan hewan besar di sana pada tahun-tahun sebelumnya.

“Hari ini kita pilih untuk masyarakat daerah terluar dari Kecamatan Tugu, yaitu sudah pantai utara Jawa Tengah, di mana setiap tahunnya tidak ada kurban di sekitar Musala An-Nur ini,” ujar Agus Alwi Mashuri.

Oleh karena itu, institusi filantropi ini segera bergerak cepat untuk memotong ketimpangan tersebut. Ia menambahkan bahwa pihaknya menyembelih dua ekor sapi untuk kurban serta satu ekor kambing dam. Selanjutnya, seluruh proses distribusi logistik di lapangan dikomandoi langsung oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tugu.

Dukungan Penuh Jajaran Pimpinan Pleno PDM Kota Semarang

Aksi nyata di kawasan pesisir ini ternyata mendapatkan perhatian khusus dari jajaran petinggi persyarikatan. Momentum luar biasa ini dihadiri langsung oleh para pimpinan pleno PDM Kota Semarang yang turun ke lapangan untuk mengawal jalannya program. Kehadiran mereka menegaskan komitmen organisasi terhadap pengentasan kemiskinan di area pinggiran.

Rombongan pimpinan pleno tersebut dipimpin oleh Sekretaris PDM Kota Semarang, Suparno BM, S.Ag., M.Si. Selain itu, hadir pula para Wakil Ketua PDM Kota Semarang yaitu Drs. Danusiri, M.Ag., Dr. H. AM Jumai, M.M., Dr. Bunyamin, M.Pd., Drs. Sukamdo, dan Drs. Jumadi. Kehadiran para tokoh ini memberikan suntikan motivasi yang besar bagi relawan dan warga lokal.

Selain menerima pembagian daging, masyarakat Mangkang Wetan juga menikmati fasilitas pengobatan massal gratis. Petugas di lapangan bahkan membagikan paket sembako secara merata. Program pelayanan kesehatan gratis tersebut didukung penuh oleh tim medis dari Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah.

“Terima kasih tentunya kami ucapkan kepada IDX Kantor Perwakilan Semarang, Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah, Artha Surya Barokah, dan semua pihak yang ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan hari ini,” ucap Agus Alwi.

Harapan Keberlanjutan Program Pemberdayaan PCM Tugu

Ketua PRM Mangkang Wetan, Marodi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran para relawan dan jajaran pimpinan PDM. Ia mengakui bahwa bantuan ini merupakan momen langka yang baru pertama kali terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka. Selama ini, warga sekitar memang kesulitan untuk mengakses daging kurban berkualitas.

“Kami, sebagai perwakilan warga sekaligus takmir Mushola An-Nur, merasa sangat beruntung sekali karena baru kali ini ada hewan kurban dari Lazismu Kota Semarang yang diberikan kepada Musala An-Nur,” tutur Marodi.

Ia berjanji akan mengawal proses pembagian logistik pangan ini dengan jujur dan adil. Marodi memastikan proses distribusi daging akan berjalan tertib serta meluas ke wilayah sekitar RT 05. Selaras dengan pandangan tersebut, Ketua PCM Tugu, Zainal, berharap agar intervensi sosial di daerah nelayan miskin ini bisa terus berlanjut.

“Untuk ke depannya, kami sangat mengharapkan sekali program ini berlanjut karena ini daerah pesisir, di mana masyarakat sangat membutuhkan uluran tangan,” kata Zainal.

Target Jangka Panjang Dakwah di Wilayah Terluar

Dari perspektif pengembangan organisasi, langkah taktis di wilayah 3T Kota Semarang ini memegang peranan sangat vital. Sekretaris PDM Kota Semarang, Suparno BM, S.Ag., M.Si., menyatakan bahwa momentum luar biasa ini harus menjadi pemantik awal yang konsisten. Ia ingin program ini memberikan nilai manfaat yang berkelanjutan bagi umat.

Oleh sebab itu, pihak daerah mendorong agar pemberdayaan PCM Tugu dapat berjalan lebih mandiri pasca-acara selesai. Mereka harus terus mengawal dan membina kawasan pesisir pantai utara tersebut secara berkala. Langkah ini penting untuk memperkuat basis ekonomi dan spiritual masyarakat nelayan setempat.

“harapan juga, ke depannya nanti daerah ini bisa dibina oleh PCM Tugu sebagai pemangku wilayah. Harapannya kemudian, tentu kita berharap Persyarikatan Muhammadiyah di Tugu ini bisa berkembang sebagaimana cabang yang lain dengan wasilah kegiatan pada pagi hari ini,” pungkas Suparno.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: