Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sentuh Istri Veteran Hingga Pejuang Jalanan, Distribusi Daging Kurban Muhammadiyah Semarang Sasar Kaum Marginal

30 Mei 2026, 21:20 WIB 4 menit baca
Seorang relawan LDK PDM Kota Semarang mengenakan kemeja cokelat, topi, dan kacamata hitam sedang menyerahkan wadah besek bambu berisi daging kurban kepada seorang pengemudi ojek online berjaket hijau yang tersenyum lebar di pinggir jalan.
Momen kehangatan saat petugas LDK PDM Kota Semarang menyerahkan paket distribusi daging kurban dalam wadah besek bambu ramah lingkungan kepada seorang pejuang nafkah jalanan di Semarang, Sabtu (30/5/2026). Aksi kolaborasi ini sengaja menyusuri kawasan pinggiran demi mengantarkan langsung kebahagiaan Iduladha ke tangan kaum dhuafa.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Aroma pekat bumbu masakan daging mulai menguar dari dapur-dapur sempit di kawasan pinggiran Kota Semarang. Bagi sebagian besar masyarakat prasejahtera, Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah bukan sekadar perayaan ritual keagamaan tahunan belaka. Sebaliknya, momen suci ini menjadi waktu langka di mana piring-piring makan mereka akhirnya bisa terisi oleh lezatnya olahan daging.

Langkah nyata untuk membagikan kebahagiaan tersebut tampak dari gerakan distribusi daging kurban garapan Takmir Masjid At-Taqwa Wates Ngaliyan. Berkolaborasi dengan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PDM Kota Semarang, panitia bergerak menembus batas-batas kemapanan kota. Petugas sengaja menyusuri wilayah rawan banjir hingga area pinggir kali (girli) demi menemui kelompok masyarakat marginal.

Ketua LDK PDM Kota Semarang, Pudjo Koeswhoro, memimpin langsung jalannya aksi kemanusiaan di lapangan ini. Menginjak usia 70 tahun, sang ketua LDK tidak gentar menyusuri rute-rute pelosok yang melelahkan fisik. Langkah kolaborasi tersebut bertujuan untuk membersamai umat sekaligus menjaga benteng akidah masyarakat di kawasan rawan sosial.

“Kami dari pimpinan LDK PDM Kota Semarang bersyukur telah diberi amanah oleh pimpinan Takmir Masjid At-Taqwa Wates Ngaliyan. Kolaborasi ini insyaallah telah membersamai untuk ikut mengantarkan daging kurban ke kaum marginal girli rawan ancaman banjir dan rawan ancaman akidah,” ungkap Pudjo Koeswhoro dengan penuh rasa syukur.

Air Mata Istri Veteran NKRI dan Senyum Pejuang Jalanan di Tengah Sepinya Tarikan Penumpang

Perjalanan tim kemanusiaan ini melahirkan banyak cerita haru yang langsung menyentuh lubuk sanubari terdalam pembaca. Di sebuah sudut sunyi kawasan Gunungpati, tim menemui Eyang Uti, seorang istri veteran pejuang NKRI 45 yang kini berusia 79 tahun. Wanita lansia ini hidup dalam kesunyian malam yang panjang bersama cucu buyutnya yang masih kecil.

Air mata haru seketika menetes saat tangan tuanya menerima bingkisan daging dari para petugas. Meskipun pendengarannya sudah mulai berkurang dan bicaranya sedikit terbata-bata, ketulusan doa tetap mengalir deras dari bibir wanita tua ini.

“Matur nuwun sangat (terima kasih banyak). Mohon maaf kalau saya sudah kurang mendengar dan bicaranya agak terbata-bata. Namun yang jelas, saya mengucapkan terima kasih banyak. Semoga berkah selalu untuk semuanya,” ucap Eyang Uti dengan suara bergetar menahan haru.

Rasa syukur yang serupa juga terpancar kuat dari wajah Rusgiantoro, jemaah lanjut usia di kawasan pinggir kali yang sedang menderita strok ringan. Melalui rekaman video di lapangan, kakek berusia 70 tahun ini tampak kesulitan berbicara normal akibat penyakitnya. Namun, dengan segenap sisa tenaga, lidahnya tetap memaksakan diri untuk mengucap terima kasih atas kepedulian yang ia terima.

“Terima kasih banyak untuk Takmir Masjid At-Taqwa Wates Ngaliyan. Bingkisan daging kurban di hari raya Iduladha ini penuh dengan berkah bagi kami,” tutur Rusgiantoro secara terbata-bata di kediamannya.

Pesta BBQ di Balik Jeruji Besi Lapas Perempuan Hingga Asa Kreator Musik Warmindo

Kisah perjuangan hidup lainnya juga datang dari seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Bowo di area Mijen. Hingga pukul 13.00 siang, bapak dengan tiga anak tersebut baru berhasil memperoleh satu orang penumpang saja. Beruntung, paket distribusi daging kurban tiba tepat waktu untuk membawa pulang senyuman hangat ke rumah kontrakannya yang sepi.

“Alhamdulillah bersyukur banget dan bermanfaat untuk keluarga. Saya bisa pulang ke rumah dan menikmati masakan olahan daging bersama ketiga anak-anak di hari raya ini,” kata Bowo saat menerima paket kurban dari petugas.

Aksi kemanusiaan ini juga membawa suasana renyah di balik tembok kokoh Lapas Perempuan Kelas 2A Bulu. Di sela-sela suasana libur Iduladha, para warga binaan ternyata mendapatkan kejutan kiriman daging segar melalui petugas keamanan. Alhasil, para wanita yang sedang menebus kesalahan masa lalu tersebut bisa merasakan kegembiraan komunal melalui acara bakar sate bersama.

“Yang unik saat menyampaikan daging kurban bagi warga binaan Lapas Perempuan Klas 2A Bulu, mereka sangat bersyukur karena bisa menikmati acara BBQ-an bersama,” tambah Pudjo Koeswhoro menceritakan dinamika unik di lapangan.

Melalui selesainya agenda distribusi daging kurban ini, Muhammadiyah Kota Semarang melalui Masjid At-Taqwa Wates sukses merekatkan kembali kohesi sosial masyarakat. Seluruh bingkisan ini bersumber murni dari kedermawanan para jemaah serta simpatisan Masjid At-Taqwa Wates, Muhammadiyah Kota Semarang. Kepedulian bersama ini terbukti mampu menghapus sekat sunyi di hati kaum marginal di bawah kawalan Ustadz Prof. Dr. H. Ahwan Fanani, Ustadz H. Abu Hasan, Ustadz Yusuf, dan Ustadz H. Budi Alwi.

Kontributor: Pudjo Koeswhoro
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: