Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Inisiator Pengajian Online “Dakwah dari Banyumanik” Itu Telah Berpulang

5 Juni 2026, 08:34 WIB 3 menit baca
Tokoh Muhammadiyah Semarang Dr Masrifan Djamil sedang memberikan ceramah pada Pengajian Umum Ahad Pagi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin Ngaliyan.
KIPRAH DAKWAH: Kenangan almarhum Dr. Masrifan Djamil (memegang mikrofon) saat memberikan tausiyah dalam Pengajian Umum Ahad Pagi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin, Ahad (14/9/2025) di Sasana Manunggal Rasa, Ngaliyan, Semarang. Semasa hidupnya, beliau dikenal istiqamah merawat majelis ilmu secara langsung di mimbar maupun ruang digital.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka kembali menyelimuti warga persyarikatan hari ini. Tokoh Muhammadiyah Semarang, Dr. dr. Masrifan Djamil, M.P.H., M.M.R., telah berpulang ke rahmatullah, Jumat (5/6/2026) pagi. Berita Dr Masrifan Djamil wafat pada usia 68 tahun ini menyisakan duka yang mendalam.

Almarhum berpulang dengan meninggalkan seorang istri tercinta dan tiga orang anak. Saat ini, jenazah bersemayam di rumah duka, Jl. Bukit Seruni 14, Griya Bukitmas, Semarang. Selanjutnya, pihak keluarga akan memakamkan jenazah di TPU Meduro Area Griya Bukit Mas setelah ibadah salat Jumat siang nanti.

Kiprah Dakwah Mimbar dan Fenomena Kajian Online

Semasa hidupnya, almarhum banyak mendedikasikan waktunya untuk aktivitas dakwah. Dr Masrifan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banyumanik Bidang Tabligh pada periode Muktamar ke-47 lalu.

Dedikasi dakwahnya di lapangan tidak pernah surut. Ia aktif turun langsung mengisi berbagai mimbar persyarikatan. Masyarakat sering menjumpai almarhum memberikan pencerahan dalam pengajian Ahad pagi, khutbah Jumat, tabligh akbar atau salat Ied di berbagai tempat.

Di samping dakwah tatap muka, inovasi terbesar almarhum di bidang syiar adalah melahirkan majelis taklim online “Dakwah dari Banyumanik”. Kajian digital fenomenal ini bermula pada tahun 2020 silam. Awalnya, inisiatif cerdas ini lahir sebagai solusi majelis ilmu di tengah masa pandemi Covid-19.

Kini, majelis tersebut rutin menyapa jemaah melalui saluran Zoom dan YouTube. Kajian interaktif yang mengupas isu aktual banyak menghadirkan para pembicara berkualitas bahkan tokoh nasional. Sampai sekarang pengajian online tersebut masih mengudara setiap Rabu malam bakda Isya dan Jumat pagi bakda Subuh.

Kepergian sosok panutan ini memantik rasa kehilangan besar dari para sesama aktivitis dakwah. Salah satunya Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. AM Jumai, yang turut memberikan kesaksian. Jumai mengenang almarhum sebagai figur teladan yang gemar menebarkan kebaikan bagi umat.

Hubungan keduanya terjalin melalui berbagai kolaborasi dakwah. “Saya sering berkomunikasi dengan Pak Masrifan selama beliau menjadi pengurus Yayasan Masjid Ukhuwah Islamiyah El Azhar,” kenang Jumai.

Rekam Jejak Karir dan Pengabdian

Jejak karir profesional dan organisasi almarhum memiliki catatan yang sangat cemerlang. Lulusan Fakultas Kedokteran UNDIP tahun 1982 itu sempat merintis karir sebagai Kepala Puskesmas. Kapasitas manajerialnya terus menanjak hingga pemerintah mempercayakan posisi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara (2000-2006). Alamarhum juga sempat memegang amanah sebagai Direktur Utama RS Roemani Muhammadiyah Semarang (2010).

Tidak hanya berhenti di dunia birokrasi, pria kelahiran Jepara ini juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan kesehatan. Sejak 2009, almarhum mengabdikan kepakarannya sebagai dosen di Poltekkes Kemenkes Semarang. Kiprah akademis ini semakin paripurna usai ia merengkuh gelar Doktor Ilmu Kedokteran dari Universitas Diponegoro pada tahun 2017

Kepemimpinan almarhum Dr. Masrifan juga meluas ke berbagai organisasi terkemuka. Dr. Masrifan saat ini mendapat amanah sebagai Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Jawa Tengah masa bakti 2025–2030. Organisasi strategis ini mewadahi para alumni haji untuk menjaga kemabruran melalui aksi sosial nyata.

Di sisi lain, tokoh lintas sektoral juga mendaulatnya sebagai Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Tengah periode 2022–2027. KAHMI merupakan wadah besar berkumpulnya para intelektual muslim dari berbagai latar belakang profesi.

Keterlibatan aktif di dua organisasi ini membuktikan tingginya kapasitas almarhum dalam merangkul semua golongan.

Peristiwa Dr Masrifan Djamil wafat ini menjadi pengingat jasa besarnya memajukan umat. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya.

Kontributor: Tim MPI PDM
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: