Tolak Pola Pikir Pas-pasan, Guru SD Muhammadiyah 08 Semarang Kejar Target Sekolah Rujukan
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Kualitas sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung pada kedalaman cara pandang para tenaga pendidiknya. Guru tidak boleh hanya terjebak pada aktivitas mengajar yang bersifat permukaan. Pendidik wajib keluar dari rutinitas harian yang sekadar menggugurkan kewajiban.
Spirit perubahan paradigma inilah yang membakar semangat puluhan guru SD Muhammadiyah 08 Semarang. Mereka menyerap langsung materi sosiologi pendidikan dalam agenda In House Training (IHT) dan Rapat Kerja tahun ajaran 2026/2027. Acara strategis ini berlangsung khidmat di Gedung Ar Fachruddin Lantai 2 pada Senin (22/6/2026) kemarin.
Kegiatan awal tahun ini mengusung tema tentang penguatan budaya ta’awun atau gotong royong. Pihak penyelenggara sengaja membedah langkah taktis untuk menata ulang seluruh komponen dalam ekosistem sekolah Muhammadiyah. Upaya tersebut menjadi ulasan utama demi memuluskan target besar lembaga menjadi sekolah rujukan (leading school).
Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Semarang, Dr. Aang Kunaepi, M.Ag., hadir sebagai narasumber utama. Dosen FTIK UIN Walisongo Semarang ini mengupas tajam tiga tingkatan kesadaran manusia berdasarkan teori Paulo Freire.
Aang Kunaepi mengajak seluruh peserta untuk melompat keluar dari zona kesadaran magis dan naif. Kesadaran tersebut cenderung membuat manusia pasrah pada nasib. Pengajar senior ini mendesak para guru mencapai level kesadaran kritis agar mampu mengubah dunia.
Korelasikan Surah Fathir dengan Growth Mindset
Dalam pemaparan materinya, Aang Kunaepi mengaitkan konsep pola pikir (mindset) dengan Al-Qur’an Surah Fathir ayat 32. Terdapat tiga golongan manusia yang memiliki korelasi kuat dengan cara berpikirnya dalam mengelola potensi.
Golongan pertama adalah kelompok yang zalim terhadap diri sendiri karena terjebak dalam fixed mindset. Pengurus PDM ini meminta seluruh guru menjauhi mentalitas gampang menyerah. Guru juga dilarang merasa terancam oleh kesuksesan rekan sejawat.
“Pendidikan bukan hanya soal mengisi kepala yang kosong, tetapi menyalakan kesadaran untuk mengubah dunia. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri,” tegas Aang Kunaepi mengutip pesan Freire dan Surah Ar-Ra’d ayat 11.
Sebaliknya, pendidik Muhammadiyah wajib masuk ke dalam golongan sabiqun bil khairat atau gemar berlomba dalam kebaikan. Kelompok mulia ini dicirikan dengan kepemilikan growth mindset yang selalu menyambut tantangan baru.
Karakter positif tersebut menjadi fondasi utama dalam mengaplikasikan konsep ta’lim, tarbiyah, dan ta’dib. Melalui penguasaan ilmu dan adab, peradaban sekolah yang luhur akan tumbuh kuat dari dalam.
Tawarkan Strategi Lima Tahun dan Penguatan Karakter Anti-Toxic
Masuk ke sesi pendalaman materi, Aang Kunaepi menawarkan konsep peta jalan (roadmap) lima tahun yang ideal bagi sekolah. Ia memaparkan bahwa pada tahun pertama, sebuah lembaga wajib berfokus pada pembangunan karakter dasar. Gagasan ini melingkupi penguatan budaya disiplin, gerakan literasi, dan numerasi.
Aang Kunaepi juga menyarankan pentingnya akselerasi transformasi digital dalam pengelolaan sekolah modern. Konsep itu dapat berupa penerapan sistem rapor digital serta optimalisasi e-learning. Strategi teoritis ini membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh komponen eksternal maupun internal secara berkelanjutan.
Guna menjaga keharmonisan di tempat kerja, dosen UIN ini menyisipkan materi etika pergaulan dari Ibnul Qayyim. Ia mengingatkan para guru untuk menjauhi praktik perundungan (bullying) serta penyebaran gosip. Pesan moral ini dihadirkan demi menangkal munculnya budaya kerja yang tidak sehat.
Ia berharap para guru mampu menjadi figur teman laksana makanan yang kehadirannya selalu dibutuhkan setiap hari oleh murid. Pemikiran-pemikiran filosofis yang ia bagikan dinilai efektif untuk memantik semangat berkhidmat yang ikhlas.
Melalui penerapan konsep pembelajaran yang transformatif, ekosistem sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan generasi unggul berkarakter Ulul Albab. Gagasan besar dari Dr. Aang Kunaepi sukses membekali para guru untuk membawa SD Muhammadiyah 08 Semarang naik kelas.