Eksklusif! Syahdunya Jemaah Haji Semarang Ziarah Makam Baqi di Waktu Khusus
MADINAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Kesempatan langka mengunjungi Makam Rasulullah dan ziarah makam Baqi pada waktu khusus ba’da Asar sukses menghadirkan momen haru bagi jemaah laki-laki Kloter 28 SOC KBIHU Muhammadiyah Semarang, Selasa (5/5/2026).
Melanjutkan agenda city tour sebelumnya (baca: Mengejar Pahala Umrah hingga Ketemu Bakso, Intip Serunya City Tour Jemaah Haji Semarang di Madinah) , jemaah Kloter 28 SOC Semarang menyelusuri pelataran Masjid Nabawi dengan berjalan kaki.
Perjalanan bermula pada pukul 16.30 waktu setempat dari area hotel di dekat pintu pagar 330. Cuaca Madinah sore itu terasa teduh saat rombongan menyambangi Saqifah Bani Saidah. Area bersejarah ini dulunya menjadi lokasi pemilihan Abu Bakar As-Siddiq sebagai khalifah pertama.
Rombongan kemudian melangkah menuju deretan masjid kuno. Mereka mengamati arsitektur Masjid Ali bin Abi Thalib dan Masjid Abu Bakar. Setelah itu, perjalanan berlanjut ke Masjid Ghamamah yang sangat ikonik.

“Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam ketika salat di tempat itu beliau dinaungi oleh awan sehingga tidak kepanasan,” ujar Ustadz Drs. H. Nurbini, MSI, petugas TPIHI Kloter 28 SOC, sebagaimana disampaikan eksklusif kepada muhammadiyahsemarangkota.org, Selasa (5/5/26) pagi ini. Fakta sejarah tentang Masjid Ghamamah ini menambah kekhusyukan para jemaah KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang.
Eksklusivitas Ziarah Makam Baqi bagi Jemaah Laki-laki
Puncak perjalanan spiritual sore itu tertuju pada Makam Rasulullah dan Baqi. Jemaah laki-laki mendapat kesempatan istimewa untuk memberikan salam secara langsung. Mereka melangkah masuk melalui pintu Bab As-Salam dengan tertib.
“Untuk masuk ziarah makam Baqi itu juga hanya khusus untuk laki-laki. Sementara untuk jemaah wanita kalau mau melihat Baqi hanya bisa melihat dari luar pagar,” ujar Ustadz Nurbini memberikan panduan haji 2026 yang aplikatif.
Jannatul Baqi, terang Ustadz Nurbini, merupakan pemakaman utama dan tertua umat Islam di Madinah yang terletak tepat di sebelah timur-tenggara Masjid Nabawi. Tempat peristirahatan terakhir lebih dari 10.000 sahabat Nabi, keluarga (termasuk istri dan putra-putri), serta penduduk Madinah.
Ia menambahkan, aturan ziarah makam nabi dan sahabat ini memiliki ketentuan waktu khusus. “Bisa masuk ke dalam pemakaman Baqi pada saat ba’da salat Subuh dan ba’da salat Asar atau Maghrib,” tegasnya.
Jemaah laki-laki lantas memanjatkan doa keselamatan di area Jannatul Baqi. Sementara itu, jemaah perempuan berangsur kembali ke hotel untuk beristirahat.
Rangkaian ziarah makam Baqi ini berjalan lancar dan mengukir kenangan mendalam bagi seluruh anggota rombongan.
Pantau terus laporan terkini jemaah haji Muhammadiyah, Kloter 28 SOC Semarang, langsung dari Tanah Suci. Hanya di Muhammadiyahsemarangkota.org