Ganti Kelas dengan Kebun, Siswa SD Muhammadiyah Temukan Keajaiban di Agro Purwosari
MIJEN, muhammadiyahsemarangkota.org – Bayangkan belajar tanpa dinding kelas, tanpa papan tulis, dan beratap langit biru. Itulah yang dirasakan oleh puluhan siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah Plus Semarang pada hari Senin (15/12/25).
Mereka menukar seragam formal dengan semangat petualang untuk menjelajahi Agro Purwosari. Bukan sekadar jalan-jalan biasa, kegiatan ini membuktikan bahwa alam adalah guru terbaik yang mengajarkan kehidupan dengan cara paling jujur.
Menyentuh Tanah, Memahami Kehidupan
Suasana pagi di lokasi agrowisata tersebut mendadak riuh rendah oleh tawa ceria. Para siswa tidak hanya datang untuk melihat, tetapi terjun langsung menjadi pelaku.
Mereka memegang sekop kecil, merasakan tekstur tanah gembur di jari-jemari, dan menanam bibit harapan. Di sinilah pembelajaran luar kelas menemukan maknanya.
Anak-anak yang biasanya melihat sayuran di piring makan atau layar gawai, kini menyaksikan langsung proses ajaib bagaimana makanan mereka tumbuh.
Mereka berkeliling kebun, menyapa tanaman, hingga berinteraksi akrab dengan hewan ternak yang ada di sana. Rasa ingin tahu mereka meledak, mengubah teori yang membosankan menjadi pengalaman visual yang nyata.
Pendidikan Karakter Melalui Alam
Mengapa Fieldtrip SD Muhammadiyah Plus Semarang ini begitu penting? Jawabannya terletak pada koneksi emosional. Sekolah ingin membangun jembatan antara siswa dan alam raya.
Kepala Sekolah, Ibu Wahyu Haspri Nur Taryanti, menekankan bahwa mencintai alam dan menghargai profesi petani harus dimulai sejak dini. Beliau percaya pengalaman langsung akan membekas lebih dalam daripada sekadar hafalan buku.
“Kami berharap, dengan melihat dan melakukan secara langsung, anak-anak tidak hanya mendapat teori di kelas, tetapi juga pengalaman yang berharga dan tidak terlupakan,” ungkap Ibu Wahyu dengan antusias.
Keamanan dan kenyamanan siswa selama beraktivitas di wisata edukasi Agro Purwosari ini tentu menjadi prioritas utama.
Ibu Iim Fatimah, selaku Koordinator Fieldtrip, memastikan setiap detil kegiatan telah dirancang matang. Beliau bersyukur melihat respons anak-anak yang begitu hidup dan menikmati setiap momen.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan lancar dan sukses. Respons positif dari anak-anak menunjukkan bahwa mereka menikmati proses belajar di luar kelas,” tutur Ibu Iim.
Membangun Generasi Peduli Lingkungan
Ketika matahari mulai meninggi, kegiatan pun berakhir. Namun, yang mereka bawa pulang lebih dari sekadar oleh-oleh fisik. Ada benih cinta lingkungan yang baru saja tertanam di hati mereka.
Kegiatan belajar pertanian anak seperti ini bukan hanya soal menanam padi atau sayur, tetapi soal menanam karakter.
Baca juga : Belajar Rasa Bermain: Keseruan Outing Class SD Muhammadiyah Plus Semarang Jadi Koki Cilik