Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Hikmah Isra Miraj: Mengapa Sholat sebagai Tiang Agama Begitu Penting?

18 Januari 2026, 14:18 WIB 2 menit baca
Ustadz Djajuli menyampaikan tausiyah tentang Sholat sebagai tiang agama dalam Pengajian Semarang terbaru di Masjid At Taqwa Jalan Indraprasta.
Ustadz Djajuli (kanan) saat memaparkan materi mengenai pentingnya menjaga Sholat sebagai tiang agama sebagai bagian dari Hikmah Isra Miraj untuk kesehatan mental di Masjid At Taqwa, Jalan Indraprasta, Semarang, Ahad (18/1/2026).

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.orgMenelusuri Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, kita diingatkan kembali bahwa mandat Sholat sebagai tiang agama adalah hadiah terbesar bagi umat Islam untuk menghadapi ujian hidup. Pesan mendalam inilah yang menggerakkan ratusan warga untuk memadati Masjid At Taqwa, Jalan Indraprasta, Semarang, pada Ahad pagi (18/01/26).

Meskipun bertepatan dengan momen Libur Nasional Januari 2026, antusiasme jamaah justru memuncak. Sejak pukul 07.00 WIB, warga dari berbagai penjuru kota mulai mengisi barisan shaf di Masjid At Taqwa, Jalan Indraprasta. Mereka datang dengan satu tujuan, yakni memperdalam pemahaman spiritual dalam gelaran Pengajian Semarang terbaru.

Solusi Mental di Balik Ibadah

Ustadz Djajuli, sang pemateri, membuka tausiyah dengan gaya yang sangat komunikatif. Ia menjelaskan bahwa Hikmah Isra Miraj untuk kesehatan mental sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang mudah stres. Menurut dai tersebut, sholat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan ruang komunikasi privat antara hamba dan Pencipta.

“Dunia seringkali membuat kita merasa sendirian dan sesak. Namun, Allah memberikan Sholat sebagai tiang agama agar kita memiliki sandaran yang kokoh di setiap sujud,” ujar Ustadz Djajuli di hadapan jamaah yang memadati area Masjid At Taqwa, Jalan Indraprasta.

Ia menegaskan bahwa saat seseorang memperbaiki hubungan dengan Tuhan, maka secara otomatis kestabilan emosinya akan terjaga. Sang Ustadz percaya bahwa ibadah yang berkualitas adalah obat paling mujarab bagi jiwa yang gelisah.

Momentum Emas di Bulan Rajab

Selain membahas aspek mental, pengajian ini juga menyoroti pentingnya Amalan bulan Rajab. Ustadz Djajuli mengajak jamaah untuk mulai melatih kedisiplinan ibadah sejak dini. Pria yang juga aktif sebagai Dai Polrestabes Semarang ini memberikan perumpamaan tentang sebuah bangunan yang hanya bisa berdiri tegak jika memiliki penyangga yang kuat.

“Jangan biarkan tiang kehidupan Anda rapuh karena kelalaian. Jadikan Sholat sebagai tiang agama sebagai prioritas utama. Jika tiang ini kuat, badai ujian seberat apa pun tidak akan mampu merobohkan iman Anda,” tegasnya memotivasi jamaah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberkahan hidup bermula dari kepatuhan terhadap perintah Allah yang paling dasar.

“Kesuksesan sejati bukan pada harta yang menumpuk, melainkan pada ketenangan hati yang kita raih saat sanggup menegakkan Sholat sebagai tiang agama secara istiqamah,” tambah sosok dai tersebut di tengah suasana khidmat. Sebagai penutup, seluruh jamaah larut dalam doa bersama yang sangat menyentuh. Takmir Masjid At Taqwa, Jalan Indraprasta, pun mengapresiasi kehadiran para pemuda yang kini semakin peduli pada literasi agama. Kegiatan ini membuktikan bahwa

Baca juga :

Ini Makna Shalat yang Bisa Jadi ‘Magnet’ Kemudahan Urusan Hidup

Mengapa Shalat Jadi Satu-satunya Pesan Terakhir Rasulullah yang Paling Menakutkan?

Kontributor: Humas Masjid At Taqwa Indraprasta
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: