Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Siapkan Karakter Sholeh: Ide Mengisi Libur Sekolah yang Bikin Hati Orang Tua Tenang

30 Juni 2026, 21:46 WIB 4 menit baca
Anak-anak SD berseragam sekolah sedang duduk melingkar sambil tertawa gembira memainkan kartu edukasi dan boneka kertas saat simulasi role play di dalam kelas.
Keceriaan anak-anak saat mengikuti metode bermain peran (role play) interaktif dalam rangkaian Pesantren Liburan Sekolah 2026 di Griya Harmoni Tembalang, Kota Semarang. (Foto: Dok. Istimewa)

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org Orang tua kini merindukan kegiatan liburan anak yang mendidik. Mereka juga ingin mengalihkan perhatian anak dari jeratan layar ponsel. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tembalang 1 menghadirkan program edukatif yang menyentuh hati di Kota Semarang. Sinergi indah ini menjadi pilihan terbaik sebagai ide mengisi libur sekolah secara bermakna.

Acara bertajuk Pesantren Liburan Sekolah 2026 ini akan dimulai pada Sabtu dan Ahad, 4–5 Juli 2026. Kegiatan intensif tersebut mengambil lokasi di Griya Harmoni Tembalang. Melalui program ini, panitia merangkul anak-anak usia sekolah dasar untuk menanamkan karakter mulia. Panitia menyiapkan lingkungan belajar yang segar dan interaktif agar anak-anak merasa betah.

Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA)Tembalang 1, Dr. Sufiati Bintanah, mengungkap alasan utama di balik program ini. Ia menegaskan bahwa masa liburan harus menjadi momentum pembentukan karakter. Liburan bukan sekadar waktu untuk bersenang-senang semata. Oleh karena itu, pihak penyelenggara memberikan pendekatan spiritual dan sosial secara seimbang pada saat wawancara yang berlangsung hari ini, Selasa (30/6).

Menghadirkan Lingkungan Belajar yang Menyenangkan

Selanjutnya, panitia merancang seluruh rangkaian kegiatan liburan anak ini dengan metode yang jauh dari kesan kaku. Mereka mengajak para peserta cilik melompat langsung ke dalam permainan edukatif dan diskusi kelompok. Dr. Sufiati Bintanah menjelaskan bahwa suasana yang riang akan membuat materi keagamaan lebih mudah meresap.

“PCM dan PCA Tembalang 1 berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang menyenangkan dan edukatif, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” ujar Dr. Sufiati Bintanah saat memberikan keterangan resminya.

Melalui ruang belajar yang dinamis ini, anak-anak dilatih untuk lebih mandiri dan disiplin. Mereka juga diajak mempraktikkan langsung adab-adab islami dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program ini menjadi alternatif tempat liburan anak di Semarang yang sangat solutif.

Metode Role Play untuk Bijak Menggunakan Gadget

Sementara itu, sesi yang paling menarik perhatian orang tua adalah simulasi pemakaian teknologi secara cerdas. Panitia menerapkan metode role play atau bermain peran agar anak kelas 1–6 SD memahami batasan ruang digital. Peserta diajak memperagakan situasi nyata ketika harus memilih antara bermain gawai terus-menerus atau menunaikan kewajiban ibadah.

Melalui praktik langsung tersebut, anak-anak belajar mengambil keputusan secara bijak tanpa merasa dihakimi. Ia menyebutkan bahwa langkah persuasif ini jauh lebih efektif daripada sekadar melarang anak secara kaku. Gadget tidak ditempatkan sebagai musuh, melainkan alat yang harus dikendalikan secara bertanggung jawab.

“Harapannya, anak tidak melihat gadget sebagai sesuatu yang harus dijauhi, tetapi sebagai alat yang dapat dimanfaatkan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Islam,” kata Dr. Sufiati Bintanah dengan optimis.

Dukungan Orang Tua untuk Keberlanjutan Karakter

Di sisi lain, suasana belajar yang kondusif ini sengaja dijaga dengan membatasi jumlah kuota secara ketat. Panitia hanya membuka pendaftaran untuk 50 peserta agar kualitas pendampingan personal tetap optimal. Hasilnya, setiap anak mendapatkan perhatian yang merata sesuai dengan keunikan karakter masing-masing.

Namun, keberhasilan pesantren liburan sekolah 2026 ini tentu tidak bisa bertumpu pada panitia saja. Dr. Sufiati Bintanah menekankan pentingnya peran aktif ayah dan ibu untuk melanjutkan kebiasaan baik ini di rumah. Rumah harus menjadi cermin kelanjutan dari ibadah dan kedisiplinan yang telah dipelajari anak.

“Kami berharap orang tua dapat memberikan dukungan dan melanjutkan pembiasaan baik yang diperoleh anak selama kegiatan, baik dalam ibadah, kedisiplinan, penggunaan teknologi secara bijak, maupun sikap saling menghargai dan bertanggung jawab,” tutur Dr. Sufiati Bintanah menyampaikan harapannya.

Pada akhirnya, liburan sekolah bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pembentukan kebiasaan baru. Kehadiran pesantren liburan sekolah 2026 ini membuktikan bahwa menanamkan akhlak mulia bisa berjalan selaras dengan keceriaan dunia anak-anak. Sinergi yang kuat antara keluarga dan lingkungan akan menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi yang shalih dan cerdas.

Saat ini, pendaftaran untuk program penguatan karakter ini sudah resmi dibuka bagi umum. Mengingat kuota yang disediakan sangat terbatas demi menjaga efektivitas belajar, orang tua diimbau untuk segera mengamankan kursi bagi buah hatinya. Pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat dilakukan dengan menghubungi narahubung Ibu Nining melalui nomor WhatsApp 0822-2025-9674.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: