Nyalakan Cahaya Ekonomi Desa! IMM Unimus Sulap Lele Jadi Aset Ekonomi Mewah
KABUPATEN SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Potensi komoditas perikanan lokal di Kelurahan Pringapus kini memancarkan pesona barunya. Melalui program demo masak bertajuk “Desale”, tim (Program Penguatan Kapasitas) PPK (Organisasi Mahasiswa) Ormawa IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) sukses menyulap hasil budidaya ikan lele menjadi belasan olahan kuliner berkelas pada Sabtu (8/8/2026).
Langkah inovatif ini menjadi pijakan awal ikhtiar bersama dalam menyalakan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis desa wirausaha. Pasalnya, kolaborasi strategis di Kantor Kelurahan Pringapus tersebut menggandeng langsung para kader Posyandu dan ibu-ibu PKK setempat.
Suasana pelatihan berlangsung sangat interaktif saat warga mempraktikkan langsung resep racikan mahasiswa. Mulai dari kerupuk opak, bakso ikan, tahu bakso, otak-otak, dimsum, nugget, kaki naga, sempol, cilok, keripik kulit lele, hingga lele marinasi siap dipasarkan secara meluas.
Ketua Pelaksana PPK Ormawa IMM Al Haytham, Haidar Adnan Bahriansyah, mengapresiasi tinggi antusiasme warga yang begitu luar biasa sejak awal kegiatan launching. “Kegiatan demo masak lele ini menjadi salah satu rangkaian PPK Ormawa untuk mewujudkan cahaya ekonomi desa dengan terbentuknya usaha ekonomi baru oleh warga masyarakat yang turut serta,” ujar Haidar Adnan Bahriansyah pada Sabtu (8/8/2026).
Garap Kolam Perikanan Melimpah Jadi Produk Unggulan Umat
Pengembangan variasi kuliner ini berakar dari melimpahnya hasil panen perikanan di wilayah Kabupaten Semarang. Oleh sebab itu, pendampingan akademisi menjadi kunci utama agar komoditas mentah tersebut bernilai jual berlipat ganda.
Dosen Pembimbing Tim PPK Ormawa IMM Al Haytham, Siti Aminah, S.TP., M.Si., menegaskan bahwa potensi perikanan desa memang membutuhkan sentuhan kreativitas bersama. Maka dari itu, ruang belajar nyata di lapangan ini langsung menyasar penguatan kapasitas warga.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum belajar secara nyata di lapangan oleh tim pelaksana bersama ibu-ibu Posyandu dan PKK Kelurahan Pringapus untuk mencapai tujuan dengan bersinergi bersama,” jelas Siti Aminah pada Sabtu (8/8/2026).
Sinergi hangat antara mahasiswa dan kader perempuan ini menciptakan atmosfer wirausaha yang hidup. Selanjutnya, keterampilan baru ini siap dipraktikkan secara mandiri untuk menopang pendapatan keluarga.
Komitmen Berkelanjutan Menuju Kemandirian Desa Wirausaha
Gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini tidak berhenti pada sesi praktik memasak semata. Bahkan, tim pelaksana berkomitmen menjalin kemitraan aktif dengan berbagai pihak demi menjamin keberlanjutan roda bisnis warga.
Oleh karena itu, pendampingan manajemen produksi dan pemasaran siap mengawal lahirnya unit usaha baru di Pringapus. Semboyan menyalakan cahaya ekonomi desa kini bertransformasi menjadi aksi nyata yang menyentuh kesejahteraan warga.
Dengan demikian, hadirnya inovasi olahan lele ini membuktikan bahwa potensi desa sanggup bersaing di pasar modern. Akhirnya, karya nyata mahasiswa Unimus dan warga Pringapus ini siap menginspirasi kemandirian ekonomi di seluruh pelosok negeri.