Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Inspirasi dari Pudakpayung: Kolaborasi Ranting Muhammadiyah dan Lazismu untuk Masyarakat

15 Juli 2025, 16:47 WIB 3 menit baca
Inspirasi dari Pudakpayung: Kolaborasi Ranting Muhammadiyah dan Lazismu untuk Masyarakat

BANYUMANIK, muhammadiyahsemarangkota.org- Pernah membayangkan organisasi masyarakat kecil yang punya mimpi besar — dan kemudian mewujudkannya? Di tengah riuhnya Kota Semarang, PRM Pudakpayung bukan sekadar merajut angan menjadi ranting unggulan 2028, mereka telah melangkah nyata: menggelorakan UMKM unggulan, layanan ambulan gratis, dan beasiswa—semuanya dalam sinergi kuat bersama Lazismu Banyumanik.

Ahad (13/07/25), di Kebun Dakwah PRM Pudakpayung, hadir semangat baru. Nur Sodiq, sang Ketua, menyampaikan dengan mata berbinar. Dukungan dari Lazismu jadi bahan bakar utama agar ide-ide pemberdayaan itu bisa terwujud.

“Program di PRM kami sudah dirancang selalu bermanfaat untuk masyarakat, apa pun latar belakang mereka. Sehingga harapannya kehadiran Muhammadiyah di akar rumput benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutur Nur Sodiq, Ketua PRM Pudakpayung, dengan semangat.

Ia juga menambahkan bahwa program-program mereka bisa berjalan karena dukungan kuat dari Lazismu , yang menjadi poin utama dalam pengajian pimpinan malam itu.

Kolaborasi “Satu Atap” yang Menggerakkan

Apa sih yang bikin Pudakpayung beda? Kunci utamanya adalah kolaborasi: program “Satu Atap” memanfaatkan dana zakat dan infak secara strategis untuk menghidupkan UMKM lokal, ambulan sosial, dan beasiswa pendidikan.

Suasana diskusi PRM Pudakpayung dan LazisMU Banyumanik mengenai Kolaborasi Program. (Foto: Burhan)

Pudakpayung tak sekadar memberi modal—mereka mendampingi. Mulai dari pelatihan usaha, pemasaran digital, hingga pendampingan usaha berkala. Program ini sejalan dengan fakta bahwa UMKM menyokong lebih dari 60 % PDB nasional dan menyerap sekitar 97 % tenaga kerja. Lewat pemberdayaan masyarakat, PRM Pudakpayung meletakkan fondasi ekonomi lokal yang tangguh dan mandiri.

Masman Jazuli, Kepala Kantor Layanan Lazismu Banyumanik, pun tak kalah antusias. Ia menegaskan bahwa LazisMU memang hadir untuk mendukung setiap langkah dakwah Muhammadiyah di semua lapisan.

“Kami di Lazismu akan selalu mendukung upaya dakwah yang dilakukan oleh PRM Pudakpayung untuk terus bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya, sembari memuji PRM Pudakpayung yang sudah banyak berupaya memberdayakan masyarakat.

Ia berharap sinergi ini akan terus menguat, tak hanya demi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tapi juga untuk meraih predikat ranting unggulan secara maksimal.

Layanan Sosial yang Merangkul Semua

Ambulans gratis dan beasiswa bukan sekadar wacana semata. Ini adalah bukti nyata komitmen mereka pada akses kesehatan dan pendidikan. Tidak jarang, warga menceritakan bagaimana bantuan ambulan datang tepat waktu atau anak-anak mendapatkan kesempatan belajar tanpa beban biaya. Sentuhan-sentuhan kecil ini menciptakan kepercayaan dan rasa memiliki di komunitas.

Kisah Pudakpayung menunjukkan bahwa keberanian dan sinergi bisa melahirkan perubahan besar. Ketika komunitas kecil punya visi, kolaborasi, dan tindakan nyata, mereka bisa menginspirasi ranting lain—dari pedesaan hingga perkotaan—untuk ikut menebar dampak positif. PRM Pudakpayung membuktikan: keunikan, kerja keras, dan kebersamaan adalah kunci membangun ranting unggulan.

KIsah Pudakpayung merupakan bukti nyata bagaimana kolaborasi bisa menciptakan dampak luar biasa, jauh melampaui apa yang bisa dicapai sendiri. Inspirasi bagi kita semua, bahwa dengan niat baik dan kerja sama, setiap mimpi besar bisa diwujudkan, dan setiap tetes kebaikan akan kembali berbuah manfaat yang melimpah.

Kontributor: Burhanudin Robbany
Editor: Riki Apr
Bagikan: